Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Duta Besar Australia Untuk Indonesia Penny Williams
Peringati Tragedi Perang Dunia II Di Mentok
Jumat, 18 Februari 2022 05:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Penny Williams melakukan kunjungan ke Mentok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (16/2). Di sana, dia meletakkan karangan bunga untuk memperingati tragedi Perang Dunia II yang terjadi pada 80 tahun silam.
“Saya senang sekali bisa datang ke sini, walaupun masih ada kesulitan karena keadaan Covid-19. Mudah-mudahan tahun depan akan lebih banyak kunjungan orang-orang dari Australia,” ujar Dubes Williams dikutip dari akun Twitter-nya, Rabu (16/2).
Kunjungan itu merupakan acara tahunan Australia dalam memperingati tragedi Perang Dunia II yang terjadi di Mentok dan melibatkan warganya.
Baca juga : Ajak Netizen Nonton Online Film Jepang Gratis
“Pantai ini adalah lokasi yang suci. Hari ini kami memperingati 80 tahun pembantaian di Pulau Bangka. 21 warga sipil, perawat dan prajurit Australia gugur dibunuh di pantai Radji. Kami tidak akan melupakan Anda semua “ tulis Dubes Williams di Twitternya.
Pada hari pertama kunjungan Dubes Williams, pada Selasa (15/2) acara digelar mulai dengan kunjungan ke Tugu Peringatan Vivian Gordon Bowden, yang terletak di gedung bekas bioskop di Mentok. Vivian Gordon merupakan diplomat Australia yang ditembak mati pasukan Jepang di Mentok.
Selanjutnya, rombongan menuju Tugu Peringatan Para Perawat Militer Australia korban penumpang Kapal SS Vyner Brooke, di dekat Menara Suar Tanjungkalian Mentok untuk melakukan penghormatan dan peletakan karangan bunga.
Baca juga : Bendahara Persemakmuran Australia Bakal Hadiri Pertemuan Menkeu G20 Di Jakarta
Kegiatan dilanjutkan di tugu peringatan di pantai Radji, tempat yang diyakini sebagai lokasi terdekat penembakan para perawat Australia oleh tentara Jepang. Di Pantai Radji, rombongan melakukan penghormatan dengan berjalan bersama sambil menabur bunga dari sisi terluar pantai menuju tepi laut.
Pergerakan ini meniru rombongan perawat militer sebelum mereka ditembak mati tentara Jepang dari belakang. Menurut Dubes Williams, peristiwa ini menyoroti peran perempuan dalam sejarah Australia dan bagian dari sejarah Indonesia yang terkadang terlupakan.
Dalam catatan sejarah, peristiwa Pantai Radji merupakan tragedi pembantaian yang dilakukan tentara Jepang. Pada 16 Februari 1942, sebanyak 22 perawat militer Australia selamat dari tenggelamnya Kapal SS Vyner Brooke dan terdampar di Pantai Radji. Mereka kemudian diberondong dengan senapan mesin dari belakang oleh tentara Jepang.
Baca juga : Menkumham: Indonesia Berkomitmen Berikan Perlindungan Kepada Pengungsi Internasional
Selain menggelar peringatan tragedi Perang Dunia II, rombongan Dubes Williams menggelar penghormatan yang digelar melalui zoom meeting dan diikuti puluhan peserta dari luar negeri. Antara lain, keluarga dan saudara para korban dari Australia, Inggris, Selandia Baru, Jepang dan Singapura. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya