Dark/Light Mode

Rusia Dibombardir Sanksi Pasca Serang Ukraina

China Pasang Badan Belain Presiden Putin

Jumat, 25 Februari 2022 08:10 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers di Moskow, Rusia, 1 Februari 2022. (Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP, File)
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers di Moskow, Rusia, 1 Februari 2022. (Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP, File)

 Sebelumnya 
Semenjak Maret 2014, demonstrasi kelompok pro Rusia dan anti-Pemerintah pecah di Oblast Donetsk dan Lugansk setelah pergerakan Euromaidan berhasil menjatuhkan Pemerin­tahan Viktor Yanukovych yang pro Rusia.

Euromaidan adalah serangkaian unjuk rasa dan kerusuhan di Ukraina yang dimulai pada malam 21 November 2013, setelah meletusnya demonstrasi yang meminta integrasi yang lebih erat dengan Uni Eropa.

Demonstrasi tersebut ke­mudian berubah menjadi konflik bersenjata antara pasukan separatis Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk melawan tentara pemerintah Ukraina. Dukungan Rusia seperti telah menyelamatkan mereka dalam 8 tahun terakhir.

Baca juga : Paloh: Semua Pengen Jadi Presiden

“Keadaan mengharuskan kita mengambil langkah tegas dan cepat. Warga Republik Don­base meminta bantuan dari Rusia,” ujar Putin dalam siaran pers yang disiarkan media Rusia, dilansir Channel News Asia, kemarin.

“Tujuannya untuk melindungi warga yang selama 8 tahun menderita akibat serangan dan genosida dari rezim Kiev,” tam­bah Putin.

Putin pun memperingatkan negara-negara lain, bahwa se­tiap upaya untuk mengganggu tindakan Rusia akan mengarah pada konsekuensi yang belum pernah mereka lihat.

Baca juga : Gejalanya Memang Ringan, Tapi Jangan Sepelekan Omicron

“Siapa pun yang mencoba menghentikan kami dan mengancam keamanan negara kami, warga kami, harus tahu bahwa Rusia akan memberi respons dengan segera, dan bisa menun­tun Anda kepada konsekuensi yang tidak pernah Anda hadapi sebelumnya sepanjang sejarah. Kami siap melakukan segala kemungkinan,” tegas Putin.

Kendati begitu, Putin mem­berikan pilihan kepada tentara Ukraina.

“Kami meminta Anda semua meletakkan senjata dan pulang. Saya jelaskan, pasukan Ukraina yang mengikuti permintaan ini bisa bebas pergi dari area militer dan bisa kembali ke keluarganya,” katanya.

Baca juga : DPD Dukung Gugatan Ambang Batas Pencalonan Presiden

Tak lama Putin pidato, terdengar rentetan ledakan dilapor­kan terdengar di Kiev, Ibu Kota Ukraina dan beberapa kota di dekat garis depan timur Ukraina di sepanjang pantai negara itu.

Dilansir dari kantor berita AFP, kemarin, koresponden AFP juga mendengar ledakan di Kota Pelabuhan Odessa, Laut Hitam, dekat dengan garis depan daerah kantong pemberontak yang didukung Rusia. Tepat di seberang laut Crimea yang da­lam referendum memilih ber­gabung dengan Rusia. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.