Dark/Light Mode

Dilarang China, KTT 20

Haram Bahas Hong Kong

Selasa, 25 Juni 2019 11:27 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan), Sekretaris Negara AS Mike Pompeo, penasihat keamanan nasional Presiden AS Donald Trump John Bolton dan Presiden Cina Xi Jinping (kiri) menghadiri jamuan makan malam setelah pertemuan para pemimpin G20 di Buenos Aires, Argentina 1 Desember 2018. (Foto : REUTERS / Kevin Lamarque)
Presiden AS Donald Trump (kanan), Sekretaris Negara AS Mike Pompeo, penasihat keamanan nasional Presiden AS Donald Trump John Bolton dan Presiden Cina Xi Jinping (kiri) menghadiri jamuan makan malam setelah pertemuan para pemimpin G20 di Buenos Aires, Argentina 1 Desember 2018. (Foto : REUTERS / Kevin Lamarque)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertemuan para pemimpin negara anggota G20 di Osaka, Jepang, pekan ini nampaknya tidak akan membahas masalah demo Hong Kong.

China sudah mewanti-wanti para anggota G20 untuk tidak menyebut isu tersebut selama pertemuan tingkat tinggi ini. Padahal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang akan hadir dalam KTT G20, berencana membahas masalah ini dengan negara terkait.

Baca Juga : Cavani Kunci Uruguay ke Perempat Final

Namun, pembahasan isu ini diharamkan China. Alasannya, demo anti RUU ekstradisi sebagai masalah internal negara.

Sebelumnya, Trump mengatakan dia memahami alasan warga Hong Kong berunjuk rasa dan berharap mereka dapat menyelesaikan masalah ini dengan China. Kemudian, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, Trump akan membawa isu Hong Kong ke KTT G-20, yang berlangsung di Osaka, Jepang, pada Jumat dan Sabtu pekan ini.

Baca Juga : Arsul Sani : Tetap Gelar Aksi Berarti Tidak Patuhi Prabowo

Asisten Menteri Luar Negeri China Zhang Jun pun mengomentari, G-20 merupakan forum untuk fokus membahas masalah perekonomian global, bukan politik. Xi dan Trump sepakat mengadakan pembicaraan bilateral yang berfokus pada perang dagang kedua negara di sela KTT.

“G-20 tidak akan membahas masalah Hong Kong. Kami tidak akan membiarkan G-20 membahas masalah ini,” tegas Zhang, dikutip dari AFP, kemarin.

Baca Juga : Anies-Ahok Debat Terbuka Di Televisi, Gimana Berani?

“Hong Kong murni urusan dalam negeri China dan tidak ada negara asing yang punya hak untuk campur tangan,” katanya, seraya menegaskan Hong Kong merupakan wilayah administrasi khusus China.

Wilayah semi otonom yang diserahkan Inggris ke China pada 1997 itu diguncang demonstrasi besar-besaran sejak sebulan terakhir. Menuntut pencabutan RUU yang memungkinkan warga Hong Kong diekstradisi ke China untuk menjalani proses hukum.  [DAY]

Tags :