Dark/Light Mode

Sri Lanka Nyaris Bankrut, Presiden Rajapaksa Ngaku Salah

Rabu, 20 April 2022 07:30 WIB
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa.(Foto Ist)
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa.(Foto Ist)

 Sebelumnya 
Pekan lalu, Pemerintah Sri Lanka mengatakan, sedang menangguhkan pembayaran pinjaman luar negeri sambil menunggu pembicaraan dengan IMF. Sri Lanka juga telah mendekati China dan India untuk bisa mendapatkan pinjaman darurat.

Kabinet baru dipilih, menyusul protes selama bermingguminggu gara-gara krisis bahan bakar minyak dan makanan. Masyarakat juga menuntut Rajapaksa dan keluarganya mengundurkan diri dari Pemerintahan.

Baca juga : Lestari: Bangun Kemandirian Bangsa Dengan Dialog

Kemarahan publik sebagian besar ditujukan kepada Rajapaksa dan kakak laki-lakinya, Perdana Menteri (PM) Mahinda Rajapaksa. Kakak beradik ini memimpin dinasti politik yang telah berkuasa di Sri Lanka selama hampir dua dekade terakhir.

Ribuan pengunjuk rasa menduduki pintu masuk kantor presiden, Senin (18/4). Ini merupakan hari ke-10 dari aksi yang sama. Sayangnya, aksi tersebut masih belum mampu melengserkan Rajapaksa dan sang kakak. Namun, sejumlah kerabat Rajapaksa sebelum ini telah didepak dari kursi kabinet. Masyarakat menilai, langkah tersebut tidak tulus dan hanya bertujuan menenangkan pengunjuk rasa.

Baca juga : KPK Lelang Aset Tanah Dan Bangunan Rampasan Dari Syahri Mulyo Cs

Pihak oposisi pun menolak tawaran Presiden Rajapaksa untuk membentuk Pemerintahan Persatuan, selama dia dan sang kakak masih menjabat.[PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.