Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Pemilu Filipina Dinodai Serangan Bersenjata, Tiga Tewas

Senin, 9 Mei 2022 12:35 WIB
Warga mengantre di TPS Tondo, Metro Manila, Filipina, Senin, 9 Mei 2020. (Foto Reuters/Willy Kurniawan)
Warga mengantre di TPS Tondo, Metro Manila, Filipina, Senin, 9 Mei 2020. (Foto Reuters/Willy Kurniawan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemilu Filipina Senin (9/5) dinodai serangan bersenjata. Tiga petugas keamanan dikabarkan tewas, di Salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Filipina Selatan.

Mantan Wali Kota Buluan, Ibrahim Mangudadatu menyampaikan, penembakan mematikan itu terjadi tak lama setelah dilangsungkannya pemungutan suara di Kota Buluan, Pulau Mindanao, Filipina Selatan.

Baca juga : Dinkes Waspadai Pasien Bergejala Hepatitis

Kawasan Mindanao dikenal dengan 'sarang' berbagai kelompok bersenjata. Mulai dari pemberontak komunis hingga militan Islam.

Ibrahim mengatakan kepada AFP bahwa serangan yang menewaskan tiga petugas keamanan itu tepatnya terjadi di sebuah sekolah di Kota Buluan yang dijadikan TPS. Saat tembakan terjadi, sebut Ibrahim, para pemilih lari berhamburan mencari tempat perlindungan.

Baca juga : Kena Sanksi Larangan Masuk Rusia, PM Jepang Sewot

Di tempat terpisah, satu orang petugas keamanan juga dikabarkan menderita luka-luka setelah terjadi penyerangan di Kota Datu Unsay, Maguindanao, pada Minggu (8/5).

Juru bicara kepolisian Provinsi Maguindanao Mayor Roldan Kuntong menyampaikan, insiden itu merupakan serangan lima granat di dekat TPS yang menyebabkan satu orang personelnya mengalami luka serius.

Baca juga : KPK, Polri, Dan Kejaksaan Diminta Turun Tangan Berantas Praktik Mafia Tambang

Roldan melanjutkan, selain seorang petugas keamanan, sembilan warga sipil juga dilaporkan menderita luka di Kota Datu Unsay akibat ledakan granat tersebut. Roldan sangat menyayangkan jatuhnya korban dalam pemilu. Pasalnya, para pemilih yang terluka itu telah berjalan dari desa pegunungan terpencil mereka untuk memberikan suara mereka pada Senin (9/5).

“Mereka untuk turun gunung lebih awal dari desa yang jaraknya delapan hingga 12 jam berjalan kaki menuju TPS,” kata Mayor Kuntong.**

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.