Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Musim Monsun, India Hujan Lebat
30 Tewas Ditimpa Reruntuhan, Lumpuh Pusat Keuangan Mumbai
Rabu, 3 Juli 2019 00:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setidaknya 30 orang terbunuh ditimpa reruntuhan tembok akibat hujan deras yang melanda kota pusat keuangan India, Mumbai, kemarin. Ini merupakan hujan monsun terburuk dalam 14 tahun.
Bencana ini juga mengakibatkan lalu lintas kereta api dan udara terganggu hingga aparat terpaksa menutup sejumlah sekolah dan kantor. Banyak perusahaan meminta pegawainya kerja dari rumah.
Mumbaisaat ini sedang berupaya menjadi pusat keuangan global di India. Malah disebut-sebut saingan potensial China. Namun terganjal infrastruktur yang buruk seperti kota di India lainnya.
Baca juga : Lempar Candaan, Trump Minta Putin Jangan Campuri Pemilu
Selama setiap musim hujan, yang berlangsung dari Juni hingga September, India mengalami insiden fatal berupa bangunan dan dinding runtuh karena curah hujan melemahkan fondasi bangunan yang tidak dibangun dengan baik.
Dilansir Reuters, petugas pemadam menyebut, 21 orang tewas karena tertimpa runtuhan gubuk di lereng Malad, pinggiran barat Mumbai. Tiga orang tewas ketika tembok sekolah ambruk di kota Kalyan, 42 km utara Mumbai. Di hari yang sama dekat kota Pune, India barat, enam orang tewas dalam keruntuhan dinding.
Sebagai besar wilayah Mumbai berjuang menghadapi insiden musiman yang disebabkan curah hujan tinggi. Dengan pekerjaan konstruksi yang terus meluas dan saluran air dan pembuangan yang tersumbat suasana jadi kacau. Hujan turun lebih dari 24 jam di beberapa daerah telah memicu terjadinya genagan air yang menutup jalan-jalan dan rel kereta api mengakibatkan terganggunya layanan kereta di wilayah pinggiran kota.
Baca juga : BUMN dan Kalangan Bisnis Indonesia Bidik Pasar Pasifik
"Sekitar 1.000 orang terjebak akibat luapan air sungai di daerah dataran rendah kota telah diselamatkan," kata pemerintah kota.
Petugas prakiraan cuaca memprediksi hujan lebat yang turun sebentar-sebentar dan curah hujan yang sangat deras memaksa pihak berwenang meliburkan sekolah, kantor pemerintah, dan lembaga pendidikan.
Hujan deras juga memaksa pihak bandara Mumbai, yang terbesar kedua di India, menutup landasan pacu utama sejak Senin (1/7), tengah malam. Landasan pacu kedua tetap beroperasi, tetapi sebanyak 55 penerbangan terpaksa dialihkan dan 52 penerbangan lainnya dibatalkan karena cuaca buruk. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya