Dark/Light Mode

Keakraban Rusia dan Amerika Di KTT G20

Lempar Candaan, Trump Minta Putin Jangan Campuri Pemilu

Sabtu, 29 Juni 2019 04:19 WIB
Presiden AS Donald Trump bergurau dengan Presiden Rusia 
Vladimir Putin di sela KTT G20, Osaka, Jepang, kemarin. (Foto : AP Photo / Susan Walsh).
Presiden AS Donald Trump bergurau dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela KTT G20, Osaka, Jepang, kemarin. (Foto : AP Photo / Susan Walsh).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya berusaha membuat ringan skandal Pemilu AS 2016 yang melibatkan Rusia. Seraya menyeringai, bercanda dan menunjuk-nunjuk, Trump meminta Presiden Vladimir Putin tidak ikut campur dalam pemilihan umum AS tahun 2020.

Keduanya bertemu di Osaka, Jepang menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Ini adalah pertemuan tatap muka formal pertama mereka sejak pertemuan tingkat tinggi di Helsinki Juli lalu.

Ditanya seorang reporter apakah ia akan mengangkat masalah tersebut selama pertemuan dengan Putin, Trump mengatakan: “Ya, tentu saja,” katanya, membuat Putin tersenyum.

Trump kemudian berbalik ke Putin untuk memberikan arahan, lalu menunjuk pemimpin Rusia itu. “Tolong, jangan ikut campur dalam pemilihan,” kata Trump. Putin tersenyum.

Berita Terkait : Trump Disentil Demokrat, Mana Janji-janji Mu...

Hubungan antara kedua negara telah memburuk selama bertahun-tahun, terutama setelah Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung Bashar al-Assad dalam perang Suriah. Dalam sebuah wawancara televisi baru-baru ini, Putin mengatakan hubungan antara Moskow dan Washington semakin memburuk.

Trump menginginkan hubungan yang lebih baik dengan Putin untuk mengatasi sejumlah masalah, termasuk tujuannya untuk mengendalikan ambisi nuklir Korea Utara. Pada pertemuan Jumat (28/7), ia menekankan hal-hal positif.

“Merupakan kehormatan besar untuk bersama Presiden Putin,” kata Trump. “Kami memiliki banyak hal untuk dibahas, termasuk perdagangan dan termasuk soal perlucutan senjata.”

Trump dan Putin dijadwalkan bertemu pada akhir November saat G20 di Buenos Aires, Argentina. Tetapi Trump membatalkan pertemuan dengan alasan Rusia menyita kapal dan menahan pelaut Ukraina. Keduanya berbicara secara informal di acara tersebut.

Baca Juga : Inilah Jalan Demokrasi

“Kami telah mengadakan pertemuan besar. Kami memiliki hubungan yang sangat, sangat baik, “ kata Trump, Jumat. “Dan kami berharap dapat menghabiskan waktu bersama yang sangat baik. Banyak hal yang sangat positif akan keluar dari hubungan ini. “

Para kritikus Trump menuduhnya terlalu bersahabat dengan Putin. Dia dinilai gagal secara terbuka menghadapi pemimpin Rusia di Helsinki karena campur tangan Amerika dalam pemilu 2016.

Ditanya detail pembicaraan, Trump menyahut “apa yang saya bicarakan dengannya (Putin) bukan urusan kalian,” sambil melambaikan tangannya sembari tersenyum lebar.

Menurut Heather Conley, Direktur program di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington terdapat reaksi domestik yang sangat kuat setiap kali Trump bertemu Putin.

Baca Juga : Dubes Afrika Selatan Ceritakan Spot Instagramable Di Tanah Kelahirannya

“Itu karena ada total kurangnya transparansi tentang topik diskusi dan apa agendanya,” ujar Conley dikutip CNN. [DAY]