Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rusia Bilang, Efek Sanksi Kurang Nendang, Pembayaran Utang LN Dan Kewajiban Negara Masih Aman

Sabtu, 11 Juni 2022 08:24 WIB
Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina (Foto: TASS)
Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina (Foto: TASS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina menegaskan, hingga saat ini, negaranya masih belum terdampak secara signifikan oleh sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat, terkait invasi ke Ukraina. 

Pembayaran utang luar negeri masih lancar. Kewajiban negara untuk warga yang membeli obligasi pinjaman federal, juga tidak terganggu. 

Dari sudut pandang sumber daya keuangan, Nabiullina mengatakan, Rusia memiliki kemungkinan dan kemampuan, untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Sesuai berbagai opsi yang disajikan Kementerian Keuangan. 

Berita Terkait : Penting, Regulasi Larangan Ideologi Yang Bertentangan Dengan Pancasila

"Biasanya, masalah pembayaran kewajiban negara disebabkan oleh masalah anggaran. Tapi, kami tidak punya masalah seperti itu. Sekali lagi, kami memiliki semua sumber daya yang kami butuhkan untuk melunasi," tegas Nabiullina dalam konferensi pers seperti dikutip TASS, Jumat (10/6).

Dia menjelaskan, persoalan yang dihadapi Rusia terkait hal tersebut adalah masalah teknis pembayaran utang negara dalam mata uang asing. Serta pembatasan operasional perbankan internasional.

Kurang Akut

Berita Terkait : Jokowi: Jangan Biarkan Lahan Telantar, Kosong

Nabiullina menyebut, sejauh ini, efek sanksi terhadap Rusia terbilang kurang akut dari yang diperkirakan. Salah satu indikasinya, ekspor Rusia tidak anjlok ke titik terendah. 

"Ini menunjukkan kemampuan perusahaan kami untuk beradaptasi. Namun, terlalu dini untuk mengatakan, bahwa efek penuh sanksi telah terlihat. Kita belum dapat membuat kesimpulan dalam situasi perubahan struktural ekonomi seperti sekarang," papar Nabiullina.

Dia bilang, situasi global saat ini masih penuh ketidakpastian. Terus berkembang.

Berita Terkait : BNI Ditunjuk Sebagai Bank Pembayaran Uang Pensiun Peserta Taspen

Apalagi, situasi transformasi struktural dalam perekonomian dan kemampuannya untuk bertransformasi, juga merupakan proses.

"Jadi, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan apa pun terkait hal ini," ulangnya lagi. ■