Dark/Light Mode

Arab Saudi Kini Makin Moderat

Ceweknya Tak Berjilbab, Demam Rambut Pendek

Sabtu, 25 Juni 2022 08:05 WIB
Manahel Otaibi memeriksa teleponnya saat berjalan dengan pakaian tanpa jilbab dan abaya di Tahlia Street, Riyadh, Arab Saudi, pada 2 September 2019. (Fayez Nureldine/AFP)
Manahel Otaibi memeriksa teleponnya saat berjalan dengan pakaian tanpa jilbab dan abaya di Tahlia Street, Riyadh, Arab Saudi, pada 2 September 2019. (Fayez Nureldine/AFP)

 Sebelumnya 
Dia menyebut, tingkat partisipasi ekonomi keseluruhan warga Arab Saudi telah meningkat menjadi 51,5 persen. Saat ini, jumlah warga Arab Saudi yang bekerja di sektor swasta telah melebihi dua juta, baik pria dan wanita.

Baca juga : Lama Dicekal, Kini Marcos Jr Bakal Disambut Paman Sam

Berbicara pada konferensi ilmiah pertama untuk penelitian, studi dan indeks pasar tenaga kerja, Abuthunain mengatakan, pasar tenaga kerja Saudi saat ini tengah menyaksikan reformasi strategis. Hal ini mencakup delapan bidang penting dan 25 inisiatif pembangunan dalam Visi 2030.

Baca juga : Taman Margasatwa Ragunan Bersiap Sambut Pengunjung

MenurutChief Executive Officer (CEO) Institut Pemberdayaan Perempuan Arab Saudi Mae Al Mozaini, wanita berperan besar dalam peningkatan ekonomi dan memberi keuntungan besar di masa depan. Dia menekankan, berinvestasi dalam memberikan pelatihan pada wanita akan memberikan keuntungan hingga 400 miliar dolar AS (Rp 6.000 triliun) pada 2030.

Baca juga : Petani Swadaya Makin Minat Bermitra Dengan Perusahaan Sawit

“Melibatkan wanita dalam sektor ekonomi jelas membawa kesejahteraan bagi kerajaan Saudi dan juga diri mereka sendiri,” lanjutnya. ■ 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.