Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pesawat Yang Ditumpanginya Muter 360 Derajat

Jokowi Selamat Sampai Jerman

Selasa, 28 Juni 2022 07:30 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz saat tiba di lokasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 di Schloss Elmau, Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman (Senin (27/6/2022). (ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout/sgd/rwa).
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz saat tiba di lokasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 di Schloss Elmau, Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman (Senin (27/6/2022). (ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout/sgd/rwa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi terbang ke Munich, Jerman untuk memulai misi perdamaiannya, Minggu (26/6) pagi. Namun, saat berada di langit perbatasan Turki-Iran, pesawat Garuda Indonesia yang ditumpanginya muter 360 derajat. Pihak Garuda dan Istana memastikan penerbangan Jokowi aman-aman saja.

Di Jerman, Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Setelah dari Jerman, Jokowi akan mengunjungi Ukraina dan Rusia. Kehadiran Jokowi di kedua negara yang sedang berperanga itu, untuk memulai misi perdamaiannya.

Jokowi tidak sendiri. Selain ditemani Ibu Iriana, Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Jokowi menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan kode GIA-1. Pesawat itu lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 10.36 WIB, dijadwalkan sampai di Munich International Airport pukul 19.00.

Namun, saat di wilayah Iran dan hendak memasuki Turki, pesawat yang ditumpangi Jokowi berputar 360 derajat. Setelah itu, pesawat baru menuju Munich.

Soal berputarnya pesawat Jokowi pertama kali disampaikan oleh pengamat penerbangan Gerry Soejatman di akun Twitternya @GerryS, Minggu (26/6) pukul 8 malam. Dia mengunggah tangkapan layar dari flightradar24 posisi pesawat GA1 Boeing 777-3U3. Dalam unggahan Gerry terlihat posisi pesawat Garuda yang memutar 360 derajat.

Berita Terkait : Induk Perusahaan FPNI Ekspansi Bisnis Material Baterai, Kerja Sama Dengan Elon Musk?

Gerry pun mempertanyakan kenapa pesawat yang membawa Jokowi berputar 360 derajat di perbatasan Iran-Turki. Padahal, kata dia, pesawat ini VIP karena membawa rombongan presiden.

“Kita masih tidak tahu kenapa muter di perbatasan Turki-Iran, namun “biasanya” berputar atau holding di perbatasan alasannya adalah masalah flight permit atau flight approval melintas di atas negara yang akan dilalui.

Lha, tapi ini kan pesawat bawa VIP/ #presiden! Kok bisa?” tanyanya. Gerry curiga, berputarnya pesawat bukan karena belum ada flight permit/ approval untuk melintas di atas Turki. Dia curiga, ATC Turki bingung, antara pesawat 737 kepresidenan dan 777.

 

Ramai jadi pembahasan, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin angkat bicara.

Bey yang berada dalam pesawat bersama Presiden menjelaskan, tidak ada masalah berarti dari insiden tersebut. Manuver 360 derajat itu tak lebih dari waktu tiba rombongan di Munich. GIA-1 diperkirakan tiba lebih cepat dari slot waktu yang disediakan.

Penyesuaian itu telah disetujui Sesmilpres Marsda TNI M Tonny Harjono, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan.

Berita Terkait : Prabowo, Hadi, Sofyan, dan Lutfi Menghadap Jokowi Sore Ini

“Agar kedatangan pesawat GIA-1 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Pilot melakukan holding guna menyesuaikan waktu ketibaan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan. Dan hal itu sudah dikomunikasikan dan disetujui Sekretaris Militer Presiden yang turut serta dalam penerbangan tersebut,” jelas Bey.

Hal senada dijelaskan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Kata dia, tidak ada persoalan teknis dari pesawat. Hanya berkaitan dengan waktu ketibaan di Jerman.

Disambut Meriah

Setelah pesawatnya memutar 360 derajat, Jokowi dan rombongan melanjutkan penerbangan ke Munich International Airport. Jokowi tiba Minggu (26/6) pukul 18.40. Jokowi disambut Menteri Urusan Eropa dan Internasional, Negara Bagian Bavaria Melanie Huml dan sebaris pasukan berpakaian adat Bavaria.

Bukan hanya oleh pejabat negara setempat, kehadiran Jokowi ternyata sudah ditunggu-tunggu WNI yang berada di Jerman. Saat tiba di Hotel Munich, Jokowi disambut sebuket kembang dari masyarakat Indonesia yang sudah berkumpul. Mereka juga membentangkan bendera merah putih.

“Terima kasih atas sambutan yang ramah dan menyenangkan ini,” ucap Jokowi.

Berita Terkait : 5 Tahun Berlalu, Jokowi Masih Saja Kesal

Keesokannya, Jokowi menghadiri KTT G7 ke-48 yang digelar di Schloss Elmau, Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman. Untuk menuju lokasi, Jokowi naik helikopter militer bersama Perdana Menteri India Narendra Modi. Kehadirin Jokowi dan Modi lengsung disambut Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Pada sesi working lunch KTT G7 yang mengambil topik perubahan iklim, energi, dan kesehatan, Jokowi mengajak kepada negara-negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia.

“Indonesia membutuhkan setidaknya 25-30 miliar dolar AS untuk transisi energi 8 tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

KTT G7 merupakan pertemuan tahunan negara G7 yang beranggotakan Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Perancis. ■