Dark/Light Mode

Soal Pesan Zelensky Kepada Putin

Nggak Produktif Ributin Upaya Diplomasi Jokowi

Selasa, 5 Juli 2022 21:47 WIB
Presiden Joko Widodo dan Presiden Ukraina Volodymyr
Zelensky ketika bertemu 29 Juni lalu, di Ibu Kota Ukraina, Kiev. (Foto Ist)
Presiden Joko Widodo dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ketika bertemu 29 Juni lalu, di Ibu Kota Ukraina, Kiev. (Foto Ist)

 Sebelumnya 
Sementara Sekretaris Pers Kantor Kepresidenan Ukraina Serhii Nikiforov mengatakan jika Zelensky ingin mengucapkan sesuatu ke Putin, dia bisa saja melakukannya secara terbuka dalam pidato harian.

Dikutip dari medcom.id, pengamat Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan, sangat tidak produktif jika publik meributkan upaya diplomasi Indonesia di tengah upaya Jokowi mendamaikan kedua negara itu, sebagai solusi mengatasi krisis pangan.

Baca juga : Shayne Pattynama Nggak Sabar Main Bersama Timnas

Apalagi menuding Jokowi berbohong soal pesan Zelensky. Sebab, faktanya dua pimpinan negara itu telah menerima Jokowi dengan hangat.

“Tidak produktif dan tidak pada tempatnya mengomentari upaya diplomasi Indonesia yang dilakukan Presiden Joko Widodo dengan mengukur pilihan kata Pak Jokowi saat berbagi informasi ke pers dan berpolemik soal bohong atau tidak bohong. Faktanya jelas, Presiden Joko Widodo diterima dengan sangat baik oleh Presiden Zelensky maupun Presiden Putin,” kata Dinna Prapto kepada medcom.id, Selasa (5/7).

Baca juga : Unit Pelaksana Teknis Kementan Siap Produksi Vaksin PMK

Dosen di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta ini menyatakan, publik tidak harus menilai keberhasilan upaya diplomasi Presiden Jokowi untuk mendamaikan Rusia-Ukraina hanya dengan sekali kunjungan. Sebab, masalah dua negara bertetangga di Eropa Timur itu sangat luas dan memiliki kepentingan politik yang besar dengan negara-negara lain di Barat.

Dijelaskan Dinna, Rusia juga memiliki ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) yang merupakan sekutu NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), dan Ukraina yang ngotot mau bergabung di NATO. Keinginan Ukraina ini ditantang Rusia.

Baca juga : Skuad Macan Kemayoran Muda Nggak Sabar Dilatih Thomas Doll

“Kita sama-sama tahu ada masalah di internal Ukraina, ada masalah Ukraina-Rusia, ada masalah Ukraina NATO. Masalah internal NATO dan Uni Eropa, masalah perluasan Uni Eropa, dan masalah Rusia Amerika Serikat yang semuanya saling membelit sehingga solusinya makin rumit dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Dinna menyarankan, publik Indonesia memberikan dukungan kepada Jokowi yang berkomitmen bahwa Indonesia selalu siap berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia, siap menjadi mediator antara Rusia dan Ukraina. Sebab, Konstitusi Indonesia mendukung hal tersebut. ■ 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.