Dark/Light Mode

Ratusan Insinyur RI Terlibat Bikin Jet Tempur KF-21

Rabu, 27 Juli 2022 21:22 WIB
Prototipe pesawat tempur hasil kerjasama Indonesia dan Korea Selatan, KF-21 Boramae sedang melakukan banyak pengujian darat di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon sebelum penerbangan perdana 19 Juli 2022. (Foto milimeter.com)
Prototipe pesawat tempur hasil kerjasama Indonesia dan Korea Selatan, KF-21 Boramae sedang melakukan banyak pengujian darat di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon sebelum penerbangan perdana 19 Juli 2022. (Foto milimeter.com)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jet tempur buatan Korea Selatan berkolaborasi dengan Indonesia, KF-21 Boramae, berhasil menjalani uji terbang perdana 19 Juli 2022. Yang membanggakan, sejumlah insinyur Indonesia juga dilibatkan secara terbatas dalam proyek tersebut.

Juru bicara PT Dirgantara Indonesia (DI) Kerry Apriawan, menjelaskan peran sekelompok insinyur PT DI yang silih berganti dikirim Korea Selatan selama lebih dari lima tahun belakangan ini. Menurutnya, para engineer  itu dilibatkan dalam sebagian desain dan analisis.

Baca juga : Indonesia Borong Jet Tempur KF-21

Kerry bilang, pengiriman mereka ke Korea Selatan untuk transfer teknologi pembuatan pesawat tempur bersama Indonesia-Korea Selatan dengan kode KFX/IFX. Saat ini KFX berganti nama menjadi KF-21 Boramae.

PT DI ditunjuk sebagai industrial participation oleh Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan. Total, PT DI total telah mengirim sekitar 200 insinyur-nya ke Korea Aerospace Industries (KAI) untuk mengikuti TOT itu sejak September 2016. Pengiriman sempat terhenti selama pandemi Covid-19.

Baca juga : Prilly Latuconsina, Kesibukan Bikin Malas Pacaran

Para insinyur itu sempat pulang pada Maret 2020. Lalu berangkat lagi Agustus 2021.  Saat ini 39 orang yang sedang berada di KAI, terdiri dari 37 engineer PT DI dan 2 tes pilot TNI AU.

Kendati dianggap belum selevel dengan jet tempur generasi kelima buatan China, jet KF-21 Boramae penting untuk memperkuat pertahanan Indonesia. Jet tempur itu merupakan buatan Korea Selatan (Korsel) bekerja sama dengan Indonesia.

Baca juga : Toyota Ajak Mahasiswa Ikut Terlibat Wujudkan Net Zero Emission

Mengutip South China Morning Post (SCMP), Selasa (26/7), pendanaan KF-21 dibantu Indonesia. Jakarta berjanji membayar 20 persen dari pengembangan jet buatan Industri Luar Angkasa Korsel tersebut. Total biaya yang diperlukan untuk pengembangan jet ini mencapai 6,7 miliar dolar AS, atau setara Rp100 triliun.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.