Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wartawan Inspirasional, Holdan Nalayeh,Tewas Dalam Serangan Dahsyat di Hotel Somalia
Senin, 15 Juli 2019 12:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika sebagian besar liputan tentang Somalia berfokus pada perang saudara, militansi dan kelaparan, Hodan Nalayeh (43) malah mengangkat sisi lain; keindahan dan rakyatnya. Keinginannya untuk fokus pada hal positif akhirnya menginspirasi anak muda Somalia di seluruh dunia untuk membantu membangun kembali negara itu. Langkah tersebut membuatnya terkenal. Kematiannya dalam serangan Jumat (12/7) di sebuah hotel di selatan Kismayo membuat banyak orang meratapinya.
Nalayeh dan suaminya Farid Juma Suleiman termasuk di antara 26 orang yang terbunuh ketika orang-orang bersenjata menyerbu Hotel Asasey, Kismayo, tempat politisi dan tetua klan sedang mendiskusikan pemilihan daerah yang akan datang.
Dalam sebuah posting Facebook, keluarganya mengatakan, Nalayeh sang ibu dari dua anak itu tengah hamil saat kematiannya. Dia telah menghabiskan hidupnya untuk melayani orang-orang Somalia dan melaporkan kisah-kisah positif dan menyebarkan cahaya dan cinta di Somalia.
Baca juga : AS-RI Diharap Investasi Komunikasi dan Kemitraan Antara Milenial
"Dia membawa inspirasi dan harapan kepada orang-orang Somalia. Dia akan sangat dirindukan," kata pernyataan itu.
Nalayeh dilahirkan di Las Anod, kota utara Somalia, tetapi tumbuh di Kanada setelah pindah ke sana bersama orang tua dan 11 saudara kandungnya ketika dia berusia enam tahun. Dia memutuskan untuk tinggal di Somalia tahun lalu.
Di Kanada ayahnya, mantan diplomat, bekerja sebagai petugas parkir, menurut sebuah wawancaranya di Toronto.com.
Baca juga : Pertamina Berikan Bingkisan Pada Petugas SPBU yang Dinas di Tol Trans Jawa
Di usia 30-an, Nalayeh belajar untuk gelar pascasarjana dalam jurnalisme penyiaran. Pada 2014, dia meluncurkan Integration TV, platform online yang ditujukan untuk komunitas Somalia di Kanada dan diaspora Somalia yang lebih luas. Episode baru-baru ini berfokus pada pengusaha perempuan Somalia dan hal-hal yang harus dilakukan di kota Las Anod.
Kepada podcast Meaningful Work, Meaningful Life, dia mengatakan, media sosial telah mengubah cara orang belajar budaya. "Jika kita tidak menjadi pembuat konten kita sendiri, kita akan berada di bawah belas kasihan orang lain yang menceritakan kisah-kisah Afrika," katanya, dilansir CBC.
Dia juga pernah berbicara tentang bagaimana dia ingin diingat setelah kematiannya. "Visi saya bukanlah untuk menjadi terkenal dan untuk menghasilkan uang. Misi saya adalah apa yang akan saya tinggalkan ketika saya mati dan untuk apa saya akan diingat," katanya.
Baca juga : Kementan Inisiasi Kemitraan Pengembangan Kawasan Pisang di Jabar
"Salah satunya adalah saya ingin orang-orang mengingat bahwa saya mencintai orang-orang Somalia dan ingin mereka menjadi saudara dan untuk mengingat pentingnya persatuan kita untuk negara kita."
Imigrasi Kanada Ahmed Hussen - yang berasal dari Somalia - mengatakan Nalayeh menyoroti kontribusi komunitas Somalia di Kanada. "Dia menjadi suara bagi banyak orang. Kami meratapi kematiannya, dan semua yang lain tewas dalam serangan Kismayo," katanya.
Setidaknya, 26 orang dalam sebuah serangan di sebuah hotel di Somalia selatan pada Jumat malam(12/07). Seorang pembom bunuh diri menabrakkan mobil yang berisi bahan peledak ke hotel Asasey di Kismayo, dan orang-orang bersenjata kemudian menyerbu gedung. Kelompok Islamis al-Shabab telah mengklaim di balik serangan itu, yang terburuk di Kismayo. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya