Dewan Pers

Dark/Light Mode

Taipan Gandum Ukraina Dan Istri, Tewas Dalam Serangan Rudal Rusia Di Mykolaiv

Minggu, 31 Juli 2022 22:17 WIB
Bos Gandum Ukraina Oleksiy Vadatursky (Foto: Nibulon via BBC)
Bos Gandum Ukraina Oleksiy Vadatursky (Foto: Nibulon via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Taipan gandum Ukraina, Oleksiy Vadaturskiy (74) dan istrinya yang bernama Raisa, dilaporkan tewas dalam serangan rudal Rusia, yang menghantam rumahnya di wilayah selatan Kota Mykolaiv, Sabtu (30/7).

Atas musibah ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengucapkan duka cita yang teramat dalam.

"Ini adalah kehilangan besar bagi wilayah Mykolaiv dan seluruh Ukraina. Selama lebih dari 50 tahun kariernya, Oleksiy Vadatursky memberikan kontribusi yang tak ternilai bagi pengembangan wilayah, industri pertanian, dan pembuatan kapal di negara kita," ujar Zelensky dalam pernyataannya, seperti dikutip CNN International, Senin (1/8).

Wali Kota Mykolaiv Oleksandr Senkevych mengatakan, serangan bom itu merupakan yang terbesar di Mykolaiv, sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu. 

Berita Terkait : Kopda Muslimin, Dalang Penembakan Istri, Meninggal Di Rumah Orangtuanya

Serangan yang meluluhlantakkan kota di jalur utama menuju Odesa, pelabuhan terbesar Ukraina di Laut Hitam, mengakibatkan kerusakan di sebuah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah dan sebuah bengkel, serta rumah penduduk.

Vadatursky adalah pemilik perusahaan Nibulon, yang bergerak di bidang ekspor gandum. Dia pernah meraih penghargaan sebagai Pahlawan Ukraina.

"Kontribusi Vadatursky untuk pengembangan industri pertanian, pembuatan kapal serta pengembangan kawasan, sangat berharga," kata pemimpin wilayah tersebut, Vitaly Kim seperti dikutip BBC.

Sementara itu, Penasihat Kepala Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky,  Mykhailo Podolyak yakin, Rusia sengaja menargetkan Vadatursky.

Berita Terkait : Buruan Daftar Beasiswa G20 Kuliah S2 Di Australia

"Serangan ini tampaknya sengaja diarahkan. Salah satu rudal, terbukti menghantam kamar tidur Vadatursky," ungkapnya.

Sejauh ini, Nibulon telah membangun banyak fasilitas penyimpanan dan infrastruktur lainnya, untuk mengekspor biji-bijian.

Ukraina dan Rusia tercatat sebagai pengekspor utama gandum dan biji-bijian lainnya. Namun, gangguan ekspor akibat perang telah menyebabkan harga pangan melonjak di seluruh dunia.

Dalam perkembangannya, kedua negara telah menandatangani perjanjian ekspor gandum yang ditengahi PBB di Istanbul Turki, pada pekan lalu. Demi meredakan krisis pangan.

Berita Terkait : Ivana, Mantan Istri Donald Trump Meninggal Di Usia 73

Kesepakatan itu hampir cedera oleh serangan Rusia di Pelabuhan Odesa, pada hari berikutnya.

Dimulainya kembali ekspor Ukraina, sempat tertunda oleh pemeriksaan keamanan. Namun, pada hari Minggu, Turki mengatakan, kapal pertama yang membawa gandum, akan meninggalkan Odesa pada Senin (1/8). ■