Dewan Pers

Dark/Light Mode

Muslim Indonesia Moderat Dipromosikan Di Radio Prancis

Senin, 8 Agustus 2022 14:14 WIB
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof Warsito (kiri) saat diwawancara khusus oleh penyiar senior Beur FM, Philippe Robichon tentang L Islam au Présent (Islam Saat Ini), Sabtu 30 Juli 2022. [Foto: Atdikbud KBR Paris]
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof Warsito (kiri) saat diwawancara khusus oleh penyiar senior Beur FM, Philippe Robichon tentang L Islam au Présent (Islam Saat Ini), Sabtu 30 Juli 2022. [Foto: Atdikbud KBR Paris]

RM.id  Rakyat Merdeka - Mengakhiri masa tugas di Paris, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Paris, Prof Warsito, diwawancara khusus oleh Radio Prancis, Beur FM, bertajuk L'islam au Présent (Islam Saat Ini), pada Sabtu 30 Juli 2022.

Beur FM merupakan salah satu stasiun radio FM di Prancis yang memiliki lebih dari 21 stasiun relay, tersebar di berbagai kota di Prancis dan radio FM berkategori D atau tematik.

Siaran Islam saat ini, merupakan salah satu siaran rutin secara langsung berbahasa Prancis selama satu jam, dan selalu menghadirkan tokoh-tokoh nasional di bidang keagaaman atau pendidikan.

Berita Terkait : Pulih, Lefundes Bakal Patenkan Zulfiandi

Pada kesempatan tersebut, Warsito menjelaskan kepada para pendengar terhadap pertanyaan penyiar senior Beur FM, Philippe Robichon, tentang budaya kehidupan toleransi beragama di Indonesia.

Dijelaskan, umat muslim di Indonesia adalah mayoritas, yaitu 87% dari jumlah penduduk Indonesia, atau berjumlah lebih dari 235 juta muslim. Kehidupan bersosial dan beragama di Indonesia pun berjalan penuh kedamaian. Hal ini, lanjut Warsito, berkat cara pandang dan cara praktik Islam di Indonesia adalah Islam wasathiyah atau moderat/pertengahan.

Pemerintah, ormas keagamaan, dan para tokoh masyarakat, terang peraih gelar Doktor dari Caen University, Prancis ini, ikut aktif memberikan contoh, bagaimana memposisikan agama dan keyakinan dalam kehidupan bersosial.

 

Berita Terkait : Imigrasi Entikong Bersinergi Bantu Perekonomian Warga Perbatasan

Dia juga menjawab bagaimana peran Pemerintah terhadap praktik beragama di Indonesia, khususnya umat muslim. Praktik manasik ibadah haji sebelum berangkat ke tanah suci pun, ujarnya lagi, bahkan selalu menjadi model atau contoh praktik yang baik bagi umat Islam di dunia.

Tema saling menghormati bila terjadi perbedaan hari saat mengawali dan mengakhiri puasa Ramadan, juga menjadi bagian diskusi dalam wawancara tersebut.

Mengakhiri wawancaranya, Guru Besar dari Universitas Lampung, yang juga pernah menjabat sebagai Visiting Professor di Auburn University - Alabama ini, berpamitan kepada para pendengar Beur FM untuk kembali bertugas di tanah air.

Berita Terkait : 5 Pegolf Indonesia Lolos Cut-Off Di Mandiri Open 2022

Dia juga mengundang warga Prancis untuk berkunjung ke Indonesia. Kepada Beur FM, tak lupa menyampaikan terima kasihnya, atas kerjasama selama lebih dari tiga tahun dalam mendukung promosi budaya dan pendidikan Indonesia di Prancis.

Secara terpisah, Warsito juga menjelaskan, bahwa salah satunya berkat Beur FM lah, selain promosi budaya lainnya, promosi Kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di KBRI Paris berhasil hingga memiliki 5 - 6 kelas tiap semester. [RSM]