Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris menegaskan kembali dukungannya terhadap integritas teritorial Indonesia, serta mengakui Papua sebagai bagian dari NKRI.
Hal ini disampaikan dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Inggris, usai pemberitaan mengenai pemberian penghargaan dari Dewan Kota Oxford kepada aktivis separatis Papua, Benny Wenda.
“Kementerian Luar Negeri Inggris ingin menggarisbawahi tidak ada perubahan posisi mengenai Papua yang selama ini dipegang Pemerintah Inggris,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Inggris melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta, kemarin.
Dalam pernyataan tersebut dijelaskan, keberadaan Benny Wenda di Inggris bukan berarti Pemerintah Inggris mendukung posisinya mengenai kedaulatan Papua. Penghargaan Dewan Kota Oxford juga tidak berpengaruh terhadap kebijakan Pemerintah Inggris.
Baca juga : Antrean Para Tersangka
“Dewan lokal secara politik bersifat independen dari pemerintah pusat sehingga hal ini urusan Dewan Kota Oxford,” tulis pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London menilai, penghargaan ke Benny dapat berpengaruh pada citra Oxford sebagai kota pendidikan dunia.
“Pemberian penghargaan kepada orang tersebut juga mengurangi kredibilitas Kota Oxford sebagai salah satu pusat pendidikan terkemuka di dunia,” demikian keterangan pers dari KBRI London, dirilis 17 Juni waktu setempat.
KBRI London mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut kepada yang bersangkutan sebagai peaceful campaigner for democracy atau pengkampanye damai untuk demokrasi di tengah banyaknya bukti yang mengaitkan yang bersangkutan dengan berbagai kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua.
Baca juga : Racikan Lampard Sudah Paten
Pemberian penghargaan dikhawatirkan dapat memberikan legitimasi kepada Benny dan kelompoknya, untuk terus meningkatkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap warga sipil dan aparat pemerintah yang bertugas menjaga keberlangsungan pembangunan ekonomi, sosial dan budaya di Papua.
“Dengan tindakan itu (penghargaan ke Benny Wenda), Dewan Kota Oxford kembali melukai perasaan rakyat Indonesia. Penghargaan kepada orang tersebut merupakan kelanjutan dukungan Dewan kepada gerakan Papua Merdeka setelah memberi izin pembukaan kantor Free West Papua Campaign di Oxford pada tahun 2013,” kata KBRI London.
Pemerintah Indonesia juga mengecam keras pemberian award itu. Benny diberikan penghargaan berupa Oxford Freedom of the City Award. “Pemberian award ini menunjukkan ketidakpahaman Dewan Kota Ofxord terhadap sepak terjang yang bersangkutan dan kondisi Provinsi Papua dan Papua Barat yang sebenarnya. Termasuk pembangunan dan kemajuannya,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Pemberian penghargaan ini juga dianggap dapat menghambat upaya peningkatan kerja sama Indonesia-Inggris, khususnya dengan Kota Oxford. Terutama di saat kedua negara tengah merayakan 70 tahun hubungan diplomatik.
Baca juga : Urung Hengkang, Pogba Dipuji-Puji
Dilansir dari BBC, Lord Mayor of Oxford, Craig Simmons, mengatakan, penghargaan itu ‘memang layak’ dan Benny dinilai berkontribusi begitu banyak baik secara lokal maupun di panggung internasional. “Oxford adalah salah satu yang pertama yang mendengar seruan rakyat Papua Barat akan keadilan, hak asasi manusia dan penentuan nasib sendiri.
Penghargaan ini menunjukkan bahwa orang-orang Oxford mendengarkan dan merespons,” ujar Benny Wenda usai menerima penghargaan. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.