Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Sujatmiko Resmi Jadi Kepala Korps Diplomatik Di Brunei

Jumat, 2 September 2022 18:38 WIB
Dubes Sujatmiko (kiri) dan Dubes Oman untuk Brunei Darussalam Sheikh Ahmed bin Hashel Al-Maskari (kedua kiri) seusai jamuan acara perpisahan di The Empire Brunei, Senin (29/8). (Foto: KBRI Bandar Seri Begawan)
Dubes Sujatmiko (kiri) dan Dubes Oman untuk Brunei Darussalam Sheikh Ahmed bin Hashel Al-Maskari (kedua kiri) seusai jamuan acara perpisahan di The Empire Brunei, Senin (29/8). (Foto: KBRI Bandar Seri Begawan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko telah diangkat sebagai Dean (Kepala) Korps Diplomatik di Brunei Darussalam pada Senin (29/8).

Posisi ini diterima Dubes Sujatmiko dari Duta Besar Oman untuk Brunei Darussalam Sheikh Ahmed bin Hashel Al-Maskari yang telah menyelesaikan penugasannya di Brunei pada akhir Agustus 2022.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Dubes Oman Al-Maskari, sebuah jamuan makan malam perpisahan telah dilangsungkan oleh Kedutaan Besar Oman yang berkoordinasi dengan korps diplomatik di Brunei Darussalam di The Empire Brunei.

Penugasan Dubes Al-Maskari dimulai sejak sembilan tahun lalu dimana Beliau menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Sultan Haji Hassanal Bolkiah pada 25 Februari 2014.

Berita Terkait : Jamu Dan Gulai Daun Kale Gugah Selera Tamu Resepsi Diplomatik Di Finlandia-Estonia

“Mewakili korps diplomatik di Brunei Darussalam, saya mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan, dedikasi, dukungan dan persahabatan Duta Besar Al-Maskari selama ini,” ujar Dubes Sujatmiko.

 

 

Ia berharap ke depannya dapat menjalankan tugas sebagai Dean sebaik Beliau.

Berita Terkait : Keluar Penjara, Koruptor Malah Dikasih Bunga

Hadir pada acara ini, 29 perwakilan diplomatik dari berbagai negara berkedudukan di Brunei Darussalam dan kepala perwakilan yang paling lama bertugas di Brunei Darussalam didaulat menjadi Dean atau Kepala Korps Diplomatik.

 

 

 

Berita Terkait : Pengusaha Bangga Ekonomi Indonesia Terbaik Di Dunia 

Tugas Dean bersifat seremonial dan memiliki wewenang untuk berkoordinasi dengan pemerintah negara setempat terkait masalah yang mempengaruhi hak istimewa diplomatik. ■