Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tunda Serang Penembak Massal, Kepala Polisi Uvalde Dinonaktifkan

Kamis, 23 Juni 2022 09:06 WIB
Kepala Polisi Distrik Uvalde Pete Arredondo dalam jumpa pers kasus penembakan massal di Sekolah Dasar Uvalde, Texas, 24 Mei 2022. (Foto USA Today Network/Mikala Compton via Reuters)
Kepala Polisi Distrik Uvalde Pete Arredondo dalam jumpa pers kasus penembakan massal di Sekolah Dasar Uvalde, Texas, 24 Mei 2022. (Foto USA Today Network/Mikala Compton via Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Polisi Distrik Sekolah Uvalde Pete Arredondo telah dinonaktifkan dari tugasnya. Ia dinilai telah menunda serangan terhadap pelaku penembakan massal di sebuah SD di Uvalde, Texas.

Hal itu terkait kasus penembakan pada 24 Mei lalu yang menewaskan 19 siswa dan dua orang guru.

Menurut Pengawas Kepolisian Distrik Sekolah Uvalde Hal Harrel, Rabu (22/6), Arredondo akan digantikan Letnan Mike Hernandez.

Berita Terkait : Posisi Ideal Ulama Dan Umara

Menurut Harrell, respons Arredondo adalah kegagalan yang hina. "Karena dia tidak segera bertindak ketika pelaku masih bersembunyi di dalam kelas tempat para siswa tewas ditembak," cetus Harrel.

"Tindakan yang biasanya dipraktikkan polisi adalah segera menghadapi pelaku penembakan, bahkan jika hal itu membahayakan keselamatan petugas," tandas Harrel.

Arredondo membela tindakannya dalam wawancara yang dimuat dalam Texas Tribune pada 9 Juni lalu. Dia mengatakan, perhatian utamanya adalah menyelamatkan jiwa guru dan siswa sebanyak mungkin.

Berita Terkait : Dubes Jepang Beri Penghargaan Kepada Eks Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta

Namun, katanya, para petugas di lokasi kejadian tidak menemukan kunci untuk membuka pintu lorong ke kelas itu sampai 77 menit setelah penembakan dimulai.

Kepala Kepala Departemen Keselamatan Publik keselamatan publik Steven McCraw mengatakan, dalam sidang dengar pendapat Senat Texas pada Selasa, pintu itu tidak dikunci. Dia juga mengatakan, tidak ada bukti petugas berusaha memeriksa apakah pintu itu terkunci sementara petugas lain mencari kuncinya.

Arredondo, yang baru terpilih sebagai anggota Dewan Kota Uvalde saat terjadi penembakan, juga terancam kehilangan kursinya di dewan itu. Dia telah mengajukan cuti kepada dewan dan tidak mengikuti pertemuan pada Selasa malam ketika dewan menolak permohonannya.

Berita Terkait : Dituding Membeo China, Kepala HAM PBB Didesak Mundur

Jika dia tidak menghadiri pertemuan tiga kali berturut-turut, dewan kota akan memberhentikannya.***