Dewan Pers

Dark/Light Mode

Delegasi Kongres AS Sowan Ke Nasaruddin Umar Hingga Panglima TNI

Rabu, 7 September 2022 07:08 WIB
Adam Smith bertemu Panglima TNI Andika Perkasa di Jakarta, 3 September 2022. (Foto Kedutaan Besar AS )
Adam Smith bertemu Panglima TNI Andika Perkasa di Jakarta, 3 September 2022. (Foto Kedutaan Besar AS )

RM.id  Rakyat Merdeka - Delegasi Kongres Amerika Serikat (AS) melakukan kunjungan ke negara sekutu dan mitra, yaitu Jepang dan Indonesia. Lawatan ini merupakan rangkaian untuk pertemuan tingkat tinggi dengan para pejabat terkait tantangan keamanan nasional di kawasan Indo-Pasifik.

Delegasi dipimpin Ketua Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Adam Smith (D-Wash).

Di Jakarta, rombongan tersebut bertemu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan para pemimpin dari Kementerian Luar Negeri dan dewan legislatif.

Kemudian di Sentul, delegasi berkeliling ke Pusat Operasi Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB dan kemudian bertemu dengan Panglima TNI Andika Perkasa serta pasukan AS yang memimpin latihan baru-baru ini dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Berita Terkait : Kasus Mutilasi Papua, DPR Panggil Menhan Dan Panglima TNI

Rombongan menyelesaikan kunjungan di Jakarta dengan mengunjungi Masjid Istiqlal dan bertemu Imam Besar Nasaruddin Umar.

"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan saya, anggota dewan Cooper dan Palazzo yang telah bergabung dengan delegasi Kongres, para pejabat yang menyambut kami atas kerja sama dan perhatiannya, dan jajaran staf Pemerintah AS yang mendukung kunjungan kami," ujar Smith, seperti disampaikan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Rabu (7/9). 

Dalam kesempatan tersebut, Smith mengungkap bahwa kolaborasi dengan Jepang dan Indonesia penting untuk mengamankan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan damai.

"Jaringan sekutu dan mitra Amerika yang luas tetap menjadi pilar keamanan nasional kita. Tidak ada dari kita yang dapat menghadapi tantangan pertahanan saat ini sendirian," tutur Smith.

Berita Terkait : Jelang Japan Open 2022, Apri/Fadia Siap Hadapi Laga Perdana

Ia juga mencatat, Jepang dan Indonesia adalah dua negara demokrasi dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.

"Kemitraan mendalam kami mencerminkan kenyataan bahwa diplomasi – investasi dalam aliansi jangka panjang, kemitraan baru, dan organisasi multilateral di kawasan – dapat berhasil.

Ketika diktator seperti Putin mencoba, dan gagal, untuk memaksakan sikap otoritarianisme mereka di negara-negara bebas dan berdaulat, Amerika Serikat dan mitra memimpin dengan memberi contoh.

"Bersama-sama, kita menunjukkan kepada dunia bahwa kita semua lebih aman, lebih sejahtera, dan lebih tenteram ketika negara-negara bekerja sama untuk menegakkan tatanan berbasis aturan,” tandasnya.

Berita Terkait : Gelar Konas Di Jayapura, GMKI Akan Bahas Isu Nasional Hingga Daerah

Sebelum ke Indonesia, delegas memulai kunjungan ke Tokyo, Jepang. Tak lama setelah mendarat, delegasi melakukan perjalanan ke Yokosuka untuk tur ke Naval Station dan ke Kumamoto dalam rangka mengamati latihan bersama di Camp Kengun.

Anggota delegasi kembali ke Tokyo untuk bertemu dengan berbagai eksekutif bisnis Jepang dan anggota Parlemen Jepang, serta dengan Kepala Pasukan Bela Diri Jepang dan Menteri Pertahanan.

Mereka mengakhiri kunjungan dengan bertemu para pemimpin senior di Kementerian Luar Negeri. Delegasi kemudian melakukan perjalanan ke Jakarta.***