Dark/Light Mode

Kongres IPNU-IPPNU

Mahfud MD: Nahdlatul Ulama Penyangga Terkuat NKRI

Sabtu, 13 Agustus 2022 08:12 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat acara Pembukaan Kongres ke-20 IPNU dan ke-19 IPPNU, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8). (Foto: Istimewa)
Menko Polhukam Mahfud MD saat acara Pembukaan Kongres ke-20 IPNU dan ke-19 IPPNU, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) adalah elemen penting dalam membangun persatuan dan menjaga wasathiyah Islam, atau Islam yang terbuka.

"Karena NU adalah penyangga terkuat dari NKRI. Oleh sebab itu, saudaralah yang wajib menjaga paham moderasi beragama, wasathiyah Islam, yaitu paham Islam yang terbuka, Islam yang dalam istilah ilmu politik yaitu Islam yang menganut paham kesewargaan dimana semua orang mempunyai hak dan derajat yang sama," papar Mahfud MD pada acara Pembukaan Kongres ke-20 IPNU dan ke-19 IPPNU, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8).

Mahfud menekankan pentingnya menjaga kebersatuan. Di dalam amanat Presiden, lanjut Mahfud, disebutkan bangsa Indonesia merdeka karena bersatu.

Baca juga : Mahfud MD: Sejak Reformasi, Penyelenggaraan Pemilu Lebih Independen

"Oleh sebab itu, jika ingin menjaga kemerdekaan kita harus bersatu, kalau kita tidak menjaga kebersatuan itu, maka Indonesia Emas tidak akan tercapai,” tambah Mahfud.

Dalam kesempatan ini, Mahfud MD menjelaskan mengenai wajah Indonesia Maju pada 2045, yaitu Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Secara ekonomi, misalnya sudah maju, sudah hidup layak di atas rata-rata pendapatan per kapitanya USD 24 ribu, sehingga nantinya dipolarisasi atau trayektori dunia di tahun 2045 Indonesia akan ada diurutan ke 5 kekuatan besar dunia.

Untuk menuju itu, lanjut Mahfud, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Misalnya melalui program pemerintah. Menurut Mahfud, untuk membangun birokrasi pemerintah ada 3 hal.

Baca juga : Haris Pertama Terpilih Kembali Jadi Ketua KNPI

Pertama, menghilangkan birokratisasi yang bertele-tele. Kedua, digitalisasi pemerintah melalui e-government yang kini dijadikan program unggulan di dalam pemerintahan. Ketiga, sumber daya manusia yang berkualitas.

"Menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 itu, mari kita PBNU kuatkan komitmen Indonesia berdasarkan ideologi Pancasila, itu sudah final. Orang Islam tidak usah berteriak menjadikan Indonesia sebagai negara Islam, wajah kita di dunia itu sudah disebut negara Islam, ngapain teriak-teriak simbolik seperti itu. Karena sekarang sudah terjadi mobilitas sosial vertikal naik di kalangan umat islam," papar Mahfud MD.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, demokrasi membuat pintu untuk mobilitas sosial vertikal. Oleh sebab itu, PBNU tidak perlu ikut berpikiran radikal karena yang terpenting bagi umat Islam untuk hidup bersama dan maju bersama di NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Baca juga : Menko Airlangga Sampaikan Peran Penting dan Strategis NU Bagi Bangsa Indonesia

"Pemerintah menyambut baik dan mengucapkan selamat melakukan kongres yang ke-20 dan kongres yang ke-19 kepada IPNU-IPPNU. Mudah-mudahan di tahun 2045 Indonesia Emas saudara-saudara sudah ada di puncak bintang Indonesia, dan kita yang sudah lebih tua melihat bahwa inilah yang dulu ikut kongres di Pondok Gede pada tahun 2022, ada yang sudah jadi presiden, dan lain-lain," ujar Mahfud yang juga alumni Pondok Pesantren Al Mardiyah Pamekasan ini.

"Mari kita majukan Indonesia, karena dengan demokrasi akan terjadi pertumbuhan eksponensial tentang tokoh-tokoh NU dan ini akan maju ke berbagai kehidupan, karena hebatnya orang NU itu tawadhu tapi juga pintar," sambungnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.