Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mulai 11 Oktober, Jepang Longgarkan Pembatasan Untuk Turis Asing

Jumat, 23 September 2022 09:28 WIB
PM Jepang Fumio Kishida (Foto: Instagram)
PM Jepang Fumio Kishida (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menegaskan, negaranya akan melonggarkan pembatasan Covid-19 terhadap turis asing, pada bulan depan.

Mulai 11 Oktober, Jepang akan memulihkan pariwisata individu dan perjalanan bebas visa kepada orangorang dari negara tertentu. Sepanjang mereka telah divaksinasi.

Ini adalah langkah kunci dalam mendorong pemulihan sektor pariwisata Jepang, yang saat ini ingin mendulang berkah dari penurunan nilai mata uang yen ke level terendah dalam 24 tahun terakhir.

Selama dua tahun terakhir pandemi Covid, Jepang menutup pintu kunjungan turis mancanegara. Bertahan dengan sejumlah pembatasan paling ketat di antara negara-negara ekonomi utama.

Berita Terkait : Jelang Lawan MU, Pesut Etam Perkuat Semua Lini

Baru mulai Juni lalu, Jepang membuka kedatangan terhadap bertahap. Namun, hingga akhir Juli, turis asing yang datang hanya 8.000 orang.

Padahal sebelum pandemi, Jepang kedatangan lebih dari 80 ribu orang sehari. 

Selaras Dengan G7

Dalam pidatonya di Bursa Efek New York pada Kamis (23/9), Kishida menegaskan, Jepang akan menyelaraskan kebijakannya dengan negara-negara G7 lainnya.

Berita Terkait : Ganjar Rencanakan Penataan Pemukiman Seperti Di Belanda

"Kami adalah bangsa yang berkembang melalui arus bebas orang, barang, dan modal. Pandemi Covid, tentu saja mengganggu semua manfaat ini. Karena itu, kami akan melonggarkan pembatasan Covid, agar setara dengan Amerika Serikat,"  kata Kishida, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/9).

Sebelum pandemi, Jepang memiliki perjanjian pengabaian visa dengan hampir 70 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan banyak tetangga Asia.

Berbagai lobi yang dilakukan kalangan bisnis dan perusahaan perjalanan telah mendesak pemerintah Jepang, untuk melonggarkan kontrol perbatasannya lebih cepat.

Langkah yang tidak sejalan dengan mitra dagang utama, dapat menyebabkan Jepang tertinggal secara ekonomi.

Berita Terkait : Thomas Doll Banggakan Penguasaan Bola Skuad Persija

Mata Uang Melemah

Mata uang Jepang yang kini melemah melewati level psikologis penting 145 yen terhadap dolar AS pada Kamis (22/9), telah membuat wisata dan aneka pembelian asing di Negeri Sakura, menjadi yang termurah dalam beberapa dekade terakhir.

Kebijakan pelonggaran Covid juga akan menghapus batas harian kedatangan ke Jepang, yang saat ini hanya dibatasi 50 ribu orang.

Aturan di hotel juga akan direvisi. Sehingga, bisa menolak tamu yang tidak memakai masker, sebagai bagian dari pelaksanaan protokol Covid. ■