Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pastikan Tepat Sasaran, Buruh Tawarkan Bantuan Untuk Salurkan Bansos

Minggu, 4 September 2022 18:46 WIB
Arnod Sihite. (Foto: Ist)
Arnod Sihite. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Imbas kenaikan harga BBM jenis solar, pertalite dan pertamax, pemerintah menambah alokasi bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 24,17 triliun untuk meredam dampak inflasi. Penyaluran bansos ini harus dikawal agar benar-benar tepat sasaran. Termasuk, bagi buruh yang memang membutuhkan.

Hal itu ditegaskan Arnod Sihite, Wakil Ketua umum KSPSI Pimpinan Yorrys Raweyai kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (4/9).

Berita Terkait : Kenaikan Harga BBM Momentum Maksimalkan Pemanfaatan Energi Bersih

"Bahwa saat ini ada bansos dari pemerintah itu harus dikawal betul sehingga penyalurannya tepat sasaran. Kami bisa bantu mengawal itu," ujar Arnod, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Pertambangan Indonesia itu.

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar pemerintah bersama pelaku usaha menyesuaikan kenaikan harga BBM jenis pertamax, solar dan pertalite dengan menaikan upah buruh di seluruh Indonesia.

Berita Terkait : Dirut Pertamina Pantau Langsung Ketersediaan BBM

Permintaan ini dinilai masuk akal, mengingat ekonomi Indonesia masih tumbuh lebih dari 5 persen.

"Bahwa ini keputusan sudah diambil tentu sangat memberatkan masyarakat termasuk buruh, cuma kita yakini juga pemerintah sudah mempertimbangkan dengan sangat matang untuk kepentingan negara yang lebih besar. Maka itu kami meminta agar kebijakan ini perlu diikuti dengan naiknya upah buruh di seluruh Indonesia,” ungkap Ketua Tenaga kerja dan informal Pimpinan Pusat Kosgoro 1957 itu.

Berita Terkait : Penyesuaian Harga BBM Untuk Kemaslahatan Rakyat

Menurut Arnod, kenaikan upah buruh itu kata menjadi solusi untuk meredam gejolak yang bakal timbul di masyarakat.

"Kami dalam posisi tidak menghendaki adanya aksi buruh turun ke jalan karena sebenarnya itu tidak cukup memberikan solusi. Isunya bukan soal tolak atau dukung. Paling ideal saat ini adalah penyesuaian upah buruh. Itu yang kami dorong," tuturnya.
 Selanjutnya