Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

FPCI Gandeng 30 Universitas Kolaborasi Aksi Iklim

Sabtu, 1 Oktober 2022 14:10 WIB
Ratusan anak muda menghadiri diskusi isu perubahan iklim yang digelar Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Jumat, 30 September 2022. (Foto Mellani Eka Mahayana/RM)
Ratusan anak muda menghadiri diskusi isu perubahan iklim yang digelar Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Jumat, 30 September 2022. (Foto Mellani Eka Mahayana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seiring dengan momentum penyelenggaraan rangkaian pertemuan Group of Twenty (G20) di Indonesia dan Conference of Party atau COP 27 di Mesir, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama dengan 30 universitas di Indonesia menghelat Muda Bersuara 2022: Aspirasi Iklim Generasi Emas 2045 untuk Presidensi G20 Indonesia.

Kegiatan ini merupakan konferensi pemuda untuk iklim yang diadakan selama 2 hari pada, 29-30 September 2022. Muda Bersuara 2022 mengundang para pakar, pemangku kebijakan, aktivis, dan aktor lainnya.

Seperti Alue Dohong, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Shri Manoj Kumar Bharti, Dubes India untuk Indonesia.

Rachmat Witoelar, Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (2004 - 2009). Dida Gardera, Asisten Deputi Agro, Farmasi dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Baca juga : Journalism Day Universitas Bakrie Bahas Isu Perempuan

Puteri Komarudin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dr Dino Patti Djalal, Chairman and Founder Foreign Policy Community of Indonesia, Rahayu Saraswati, Co-Chair Y20 Indonesia.

Andhyta F. Utami, Environmental Economist, Co-Founder & CEO of ThinkPolicy, Tiza Mafira, Director Climate Policy Initiative & Co-Founder Diet Kantong Plastik dan M Yusrizki, Ketua Tim Kerja Harian, Kadin Net Zero Hub.

Dalam pertemuan, Jumat (30/9), diskusi Muda Bersuara yang digelar offline mengangkat dialog iklim antara pemuda dengan Duta Besar negara-negara Eropa dengan tema: “Advancing EU - Indonesia Actions on Climate, Nature, and Biodiversity”.

Dalam pertemuan itu, Dubes Uni Eropa Vincent Piket membahas mengenai pemanfaatan energi terbarukan barukan yang lebih murah daripada energi fosil dalam jangka panjang.

Baca juga : Kembangin Pendidikan, Nadiem Gandeng Universitas Amerika

Apalagi, Dubes Uni Eropa Vincent Piket membahas mengenai pemanfaatan energi terbarukan barukan yang lebih murah daripada energi fosil dalam jangka panjang.

Menurutnya, pemanfaatan hutan di Indonesia sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim dan menjadi faktor penting untuk mencapai emisi nol bersih. Selain itu bisa memanfaatkan tenaga surya.

Dia bilang, UE siap bekerja sama dengan semua pihak dalam pengembangan energi baru terbarukan.

"Kami ingin berbagi pengalaman. Kami tahu bagaimana melakukan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan," kata Piket. 

Baca juga : Ini 8 Kampus UIN Masuk 50 Universitas Islam Terbaik di Dunia

Ia menambahkan, sektor swasta memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan. Salah satunya, sektor swasta atau Pemerintah berinvestasi dalam pengurangan emisi karbon.

Dalam diskusi yang sama, di hari sebelumnya, Dubes India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti mengatakan, perubahan iklim akan jadi salah satu agenda utama dalam Kepresidenan India di Group of Twenty (G20) tahun depan.

Motto utama yang mereka angkat, mencerminkan apa yang telah disampaikan India dalam beberapa bulan terakhir. Yakni mengubah gaya hidup jika ingin menyelamatkan bumi.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.