Dewan Pers

Dark/Light Mode

Putin Caplok Wilayah Timur Ukraina

Kemlu Pastikan Warga Negara Indonesia Aman

Jumat, 7 Oktober 2022 15:32 WIB
Peta Negara Ukraina. (Foto: Istimewa)
Peta Negara Ukraina. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin, telah mengeluarkan Undang-Undang (UU), untuk meresmikan pencaplokan empat wilayah Ukraina. Lantas, bagaimana nasib Warga Negara Indonesia (WNI) di sana?

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (PWNI-BHI Kemlu) Judha Nugraha menjelaskan, sejak perang terjadi, ada 133 WNI yang sudah dievakuasi. Namun, di luar dari angka tersebut, memang ada beberapa WNI yang memilih tetap tinggal di wilayah Ukraina.

“Kebanyakan karena alasan pribadi,” ungkap Judha, dalam press briefing Kemlu, Jumat (7/10).

Berita Terkait : Sumur Resapan Belum Sakti Taklukkan Banjir

Dia bilang, banyak WNI, terutama wanita, menikah dengan warga Ukraina. “Itu yang mendorong mereka tidak keluar dari Ukraina, dan tetap tinggal bersama keluarganya,” jelasnya.

Saat ini total ada 34 warga negara Indonesia yang tinggal menetap di wilayah Ukraina. Termasuk staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kiev. Saat ini, sambungnya, KBRI Kiev masih beroperasi penuh. 

“KBRI Kiev tetap melakukan berbagai kegiatan. Termasuk kegiatan perlindungan WNI,” katanya.

Berita Terkait : Partai Gelora: Tragedi Kanjuruhan, Momentum Perbaikan Sepak Bola Indonesia

Untuk WNI yang masih tinggal di Ukraina, pihaknya juga mencatat ada yang berdomisili di wilayah konflik. KBRI Kiev terus menjalin komunikasi. KBRI Kiev telah memiliki sarana pos lapor. Untuk terus menjalin komunikasi dan melihat kondisi mereka. 

“Alhamdulillah saat ini kondisi mereka tetap aman. Dan KBRI Kiev tetap standby,” ucapnya.

Seperti diketahui, Putin meresmikan pencaplokan wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia dari Ukraina. Sebelumnya, empat wilayah itu menggelar referendum yang dilaksanakan Rusia.