Dewan Pers

Dark/Light Mode

Banyak Wilayah Di Ibu Kota Tergenang

Sumur Resapan Belum Sakti Taklukkan Banjir

Jumat, 7 Oktober 2022 07:30 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan sumur resapan (drainase vertikal) di Jakarta, Oktober tahun lalu. Pemprov DKI Jakarta membuat ribuan sumur resapan di beberapa wilayah Jakarta sebagai langkah antisipasi banjir saat curah hujan tinggi. (Foto: Khairizal Anwar/RM).
Pekerja menyelesaikan pembuatan sumur resapan (drainase vertikal) di Jakarta, Oktober tahun lalu. Pemprov DKI Jakarta membuat ribuan sumur resapan di beberapa wilayah Jakarta sebagai langkah antisipasi banjir saat curah hujan tinggi. (Foto: Khairizal Anwar/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui peran sumur resepan belum optimal. Oleh karena itu, petugas masih mengerahkan pompa untuk mempercepat banjir surut.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Selasa (4/10) membuat sejumlah jalan kebanjiran. Seperti di perempatan ITC Fatmawati Jakarta Selatan (Jaksel). Ruas ini terendam banjir dengan ketinggian di atas dengkul dewasa. Padahal, di tempat itu terdapat 20-an sumur resapan.

Berdasarkan akun twitter @infojakarta, air mengalir sangat deras di perempatan jalan itu. Banjir terlihat setinggi ban kendaraan roda empat.

Berita Terkait : Banyak Sumur Resapan, Perempatan ITC Fatmawati Tetap Kebanjiran

Warganet ikutan nimbrung berkomentar. “Sumur resapan sejatinya dibangun dengan perhitungan, perencanaan dan desain yang sesuai dengan kontur tanah serta efisensi resapan terhadap air hujan. Titik sebarannya pun perlu diperhitungkan agar area resapan terdistribusi dengan baik sesuai dengan lokasi penempatannya,” tulis akun @respatip02.

Namun ada juga warganet menilai banjir cepat surut dengan memposting foto perempatan yang sudah surut. Foto itu terlihat pukul 16.49 WIB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui, sumur resapan belum efektif menyalurkan air ke dalam tanah. Sehingga pihaknya masih mengandalkan truk pemadam kebakaran dan pompa mobile ke titik-titik cekung untuk mengantisipasi banjir.

Berita Terkait : Hujan Deras, Kemang Dan Sejumlah Wilayah Ibu Kota Terendam Banjir

“Sebenarnya itulah jawabannya, mengapa sumur resapan penting. Sumur resapan dibutuhkan untuk daerah yang cekung karena air tak bisa kemanamana,” kata Anies di Jakarta Recycle Centre, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (5/10).

Jawaban itu disampaikan Anies merespons banjir Jakarta yang terjadi di 31 RT dan enam ruas jalanan, pada Selasa (4/10).

Dijelaskannya, air mudah mengalir di daerah yang tak cekung. Tapi tidak untuk wilayah cekung. Untuk daerah cekung, maka dibutuhkan sumur resapan. Meski hingga kini penanganan banjir di titik-titik cekung itu masih mengandalkan pompa.

Berita Terkait : Sektor Pertanian Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19

“Di daerah-daerah yang cekung ketika terjadi hujan dengan volume yang amat tinggi, pompa dibutuhkan untuk mengalirkan air ke tempat lain,” jelas dia.
 Selanjutnya