Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kongres Partai Komunis China Singkirkan Dua Pejabat Berpengaruh
Sabtu, 22 Oktober 2022 19:26 WIB
Kongres Partai Komunis China (PKC), Sabtu (22/10), menyingkirkan dua pejabat berpengaruh China di pemerintahan baru Xi Jinping. Menurut media pemerintah China, Xinhua, nama Perdana Menteri China Li Keqiang (67) dan Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China Wang Yang (67) tak ada dalam daftar Komite Tetap Politbiro.
Selain dua nama itu, Ketua Kongres Rakyat Nasional Li Zhanshu dan Wakil Perdana Menteri Han Zheng tak ada dalam daftar badan pembuat keputusan tertinggi di China tersebut.
Para petinggi PKC itu tak lagi menjabat karena dilaporkan memutuskan untuk pensiun secara penuh. Menurut aturan China, batas usia pensiun di negara itu 68 tahun.
Mereka sebenarnya bisa saja melanjutkan jabatan itu meski cuma setengah periode. Namun, Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC) sekaligus presiden China, Xi Jinping ingin posisi penting partai diisi para pemimpin muda.
Xi juga merombak kepengurusan di tingkat Politbiro. Di unit itu, Sabtu (22/10), nama diplomat senior Yang Jiechi dan Wakil Perdana Menteri Liu Hiu juga tak tercantum.
Baca juga : Kominfo Tingkatkan Pemahaman Kebebasan Berekspresi Dan Berpendapat
RM.id Rakyat Merdeka - Pengganti Yang untuk posisi itu diperkirakan adalah Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Wang merupakan salah satu anggota Komite Pusat.
Partai Komunis China diketahui menggelar kongres pada 16-22 Oktober. Beberapa agenda pamungkas dalam rapat lima tahunan itu yakni menetapkan Komite Pusat PKC yang akan menyusun anggota Politbiro dan anggota Komite Tetap Politbiro.
Sehari usai kongres, Komite Pusat memilih kandidat sekjen, lalu melakukan pemungutan suara.
Beberapa pihak menyebut Xi Jinping akan tetap memegang jabatan pucuk partai sebagai Sekjen untuk lima tahun ke depan.
Menurut kebiasaan politik China, siapa saja yang terpilih sebagai sekjen berpotensi menjadi presiden. Peluang Xi pun terbuka lebar karena dia menghapus batasan periode masa jabatan presiden pada 2018 lalu.
Sementara itu, penentuan posisi kunci pemerintahan China baru akan digelar pada sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional yang biasanya dimulai pada Maret 2023 mendatang.
Dalam rapat ini, mereka akan menggelar pemungutan suara untuk memilih presiden China.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya