Dewan Pers

Dark/Light Mode

AS-Indonesia Gelar Latihan Militer Di Lampung

Rabu, 23 November 2022 15:44 WIB
Latihan Bersama Keris Marex antara AS dan Indonesia di Lampung (Foto Kedubes AS Jakarta)
Latihan Bersama Keris Marex antara AS dan Indonesia di Lampung (Foto Kedubes AS Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasukan Marinir AS dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Latihan bersama bersandi Keris Marine Exercise (Marex) pada 11-25 November 2022, di wilayah latihan Piabung, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Indonesia.

Latihan bilateral Keris Marex perdana, yang dipimpin Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) dan Korps Marinir (Kormar) TNI AL. Latihan tersebut untuk mengembangkan kemampuan interoperabilitas militer dan kesadaran domain maritim, memperkuat hubungan, serta memperluas kemampuan pasukan yang berpartisipasi.

Berita Terkait : Digoyang Gempa Cianjur, Pemimpin Dunia Berduka

Selama kegiatan Keris Marex tahun ini, sekitar 180 tentara Marinir AS dari pasukan Marine Rotational Force - Southeast Asia (MRF-SEA) dan 260 prajurit Korps Marinir TNI-AL dari Batalyon Marinir ke-7 berlatih bersama.

Kegiatan pelatihan ini berfokus pada peningkatan kemampuan gabungan untuk pertahanan pesisir, tembakan gabungan, artileri roket, sistem pesawat udara kecil nirawak, serta kegiatan budaya dan kemasyarakatan.

Berita Terkait : Indonesia Deklarasi 5 Langkah Konkrit Kendalikan Resistensi Antimikroba

“Keris Marex 23 memungkinkan MRF-SEA mengembangkan teknik pemecahan masalah secara bilateral dan membina ikatan persahabatan antara orang Amerika dan Indonesia,” kata Direktur Strategi Komunikasi dan Operasi MRF-SEA, Kapten Larry Boyd.

“Ketika dunia terkadang nampak menghadapi krisis demi krisis, latihan seperti Keris Marex 23 menjadi semakin penting. Latihan ini menyoroti kekuatan dan stabilitas hubungan AS-Indonesia, serta mendorong kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan makmur,” imbuhnya.

Berita Terkait : G20 Sukses, Bukti Indonesia Serius Wujudkan Cita-cita Perdamaian Dunia

Kegiatan latihan mencakup berbagai evolusi pelatihan seperti patroli, pertempuran jarak dekat dan penyergapan, penggunaan sistem pesawat nirawak, sensor untuk menyerang, perawatan korban pertempuran taktis, dan pembuangan senjata peledak.

Pertukaran untuk berbagai bidang fungsional meliputi perencanaan bersama, operasi ekspedisi pangkalan tingkat lanjut, operasi perencanaan bersama, dan operasi dengan kapal kecil.***