Dark/Light Mode

Negeri Tirai Bambu Diamuk Covid

Malaysia Hingga AS Perketat Aturan Pengunjung Dari China

Jumat, 30 Desember 2022 06:45 WIB
Orang-orang membakar dupa dan persembahan untuk keluarga yang meninggal, di dekat rumah duka, di tengah melonjaknya kasus Covid-19, di Chengdu, Provinsi Sichuan, China, 28 Desember 2022. (Foto Reuters)
Orang-orang membakar dupa dan persembahan untuk keluarga yang meninggal, di dekat rumah duka, di tengah melonjaknya kasus Covid-19, di Chengdu, Provinsi Sichuan, China, 28 Desember 2022. (Foto Reuters)

 Sebelumnya 
Sejumlah rumah sakit kewalahan melayani pasien. Fasilitas rumah duka juga kesulitan menampung jenazah. Namun demikian, statistik resmi menunjukkan, China melaporkan tiga kematian baru terkait Covid, Selasa (27/12).

Jumlah itu naik dari satu kematian pada hari sebelumnya. Namun, angka itu dianggap tidak konsisten dengan apa yang dilaporkan rumah duka di China. Data Pemerintah itu juga tidak konsisten dengan pengalaman negara-negara yang jauh lebih sedikit penduduknya setelah pembatasan Covid-19 dibuka.

Baca juga : Bilal Erdogan Tegaskan Pentingnya Peran Pemuda Dalam Pembangunan

China mengatakan, hanya menghitung kematian pasien Covid yang disebabkan pneumonia dan gagal napas sebagai terkait Covid.

Pakar kesehatan internasional menilai, pencabutan pembatasan nol Covid, yang terjadi setelah protes meluas, membuat Covid menyebar di sebagian besar wilayah tanpa terkendali dan kemungkinan menulari jutaan orang setiap hari di China. Langkah pelonggaran di China itu dinilai telah membuat sistem kesehatannya yang rapuh kewalahan.

Baca juga : Serang Balik Propaganda Kekerasan Dengan Narasi Cinta

Staf di Huaxi, sebuah rumah sakit besar di barat daya kota Chengdu, mengatakan, mereka sangat sibuk dengan pasien Covid.

“Saya telah bekerja selama 30 tahun dan ini adalah pekerjaan tersibuk yang pernah saya ketahui,” kata seorang sopir ambulans di luar rumah sakit yang menolak disebutkan namanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.