Dark/Light Mode

Negeri Tirai Bambu Diamuk Covid

Malaysia Hingga AS Perketat Aturan Pengunjung Dari China

Jumat, 30 Desember 2022 06:45 WIB
Orang-orang membakar dupa dan persembahan untuk keluarga yang meninggal, di dekat rumah duka, di tengah melonjaknya kasus Covid-19, di Chengdu, Provinsi Sichuan, China, 28 Desember 2022. (Foto Reuters)
Orang-orang membakar dupa dan persembahan untuk keluarga yang meninggal, di dekat rumah duka, di tengah melonjaknya kasus Covid-19, di Chengdu, Provinsi Sichuan, China, 28 Desember 2022. (Foto Reuters)

 Sebelumnya 
Ada antrean panjang di dalam dan di luar bagian gawat darurat rumah sakit dan di klinik yang berdekatan pada Selasa malam. Sebagian besar dari mereka yang tiba dengan ambulans diberi oksigen untuk membantu pernapasan.

“Hampir semua pasien mengidap Covid,” kata salah satu staf farmasi departemen gawat darurat.

Baca juga : Bilal Erdogan Tegaskan Pentingnya Peran Pemuda Dalam Pembangunan

Rumah sakit tidak memiliki stok obat khusus Covid dan hanya dapat menyediakan obat untuk gejala seperti batuk. Tempat parkir di sekitar rumah duka Dongjiao, salah satu yang terbesar di Chengdu, juga penuh. Kremasi dilakukan hingga ratusan jenazah per hari.

“Sekarang kami harus melakukan ini sekitar 200 kali sehari,” kata seorang petugas pemakaman.

Baca juga : Serang Balik Propaganda Kekerasan Dengan Narasi Cinta

“Kami sangat sibuk, kami bahkan tidak punya waktu untuk makan. Ini telah terjadi sejak pembukaan. Sebelumnya sekitar 30-50 sehari. Banyak yang meninggal karena Covid,” kata pekerja lain.

.Zhang Yuhua, seorang pejabat di Rumah Sakit Chaoyang Beijing mengatakan, sebagian besar pasien baru-baru ini adalah orang lanjut usia dan sakit kritis dengan penyakit yang mendasarinya. Dia mengatakan, jumlah pasien yang menerima perawatan darurat meningkat menjadi 450-550 per hari, dari sekitar 100 sebelumnya.

Baca juga : Pemerintah Bantu UMKM Mendapatkan Akses Permodalan Dari Investor

Perawat dan dokter diminta untuk bekerja, sementara pekerja medis yang sakit dan pensiunan di komunitas pedesaan dipekerjakan kem￾bali untuk membantu. ■ 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.