Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
China merupakan mitra dagang terbesar Sudan. Dengan lebih dari 130 perusahaan Negeri Panda itu tercatat berinvestasi di Sudan pada pertengahan 2022.
Kantor berita Arab Saudi, SPA, melaporkan, sejak gelombang pertama evakuasi, Jeddah telah menerima 2.148 orang. Mayoritas adalah warga asing dari 62 negara dan sisanya warga Arab Saudi. Riyadh menjadikan Pangkalan Angkatan Laut King Faisal Jeddah sebagai pusat penerimaan pengungsi dari Sudan. Pangkalan itu merupakan salah satu pelabuhan terdekat dari Port Sudan, di tepi Laut Merah.
Warga sejumlah negara dibantu Pemerintahnya keluar dari Sudan. Sebagian lagi harus mengupayakan sendiri penyelamatan dari negara yang kembali dilanda perang itu. Hal ini, antara lain, dialami mayoritas dari 16 ribu warga Amerika Serikat di Sudan.
Washington telah menegaskan, tidak ada evakuasi oleh Pemerintah untuk warga yang bukan pegawai atau keluarga pegawai Pemerintah AS.
Baca juga : Di Tengah Pengeboran Yang Masif, SKK Migas Prioritaskan HSE
Mereda
Gencatan senjata selama tiga hari, membuat intensitas pertempuran di Khartoum, mereda. Militer Sudan mengatakan, bakal memperpanjang gencatan senjata saat ini selama tiga hari lagi setelah berakhir Kamis (27/4) waktu setempat.
Memanfaatkan ketenangan saat ini, banyak penduduk di Khartoum dan kota tetangga Omdurman, keluar rumah. Mereka mencari makanan dan air, berbaris di toko roti atau toko bahan makanan.
Kegiatan itu akhirnya bisa dilakukan setelah berhari-hari terjebak di dalam rumah. Gara-gara pertempuran antara pasukan militer Sudan yang dipimpin Abdel Fattah Burhan dengan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF), yang dipimpin Mohammed Hamdan Dagalo alias Hemedti.
Baca juga : NasDem Nggak Mikirin
"Ada rasa tenang di daerah dan lingkungan saya. Tapi semua takut akan apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Mahasen Ali, penjual teh yang tinggal di lingkungan selatan Khartoum.
Prakarsa perpanjangan gencatan sedang diproses dengan ditengahi blok perdagangan delapan negara Afrika Timur atau yang dikenal sebagai Intergovernmental Authority on Development (IGAD). Pembicaraan tersebut akan mencakup negosiasi langsung antara militer dan RSF.
Belum ada komentar langsung dari RSF mengenai prakarsa tersebut. Namun jika kedua belah pihak yang bertikai menerima, hal tersebut akan menandai terobosan besar dalam lebih dari satu pekan diplomasi internasional yang intens.
Meski ada indikasi perpanjangan gencatan senjata, nyatanya tembakan dan ledakan masih terdengar di Khartoum. Penduduk mengatakan, bentrokan terjadi di sekitar markas militer dan Istana Kepresidenan di Khartoum tengah, dan di sekitar pangkalan RSF di Omdurman, seberang Sungai Nil.
Baca juga : Seluruh Korban Ledakan Kilang Pertamina Dumai Sudah Tinggalkan RS
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan, hanya satu dari empat rumah sakit di ibu kota yang berfungsi penuh. Pertempuran tersebut telah mengganggu bantuan untuk 50 ribu anak yang kekurangan gizi akut.
Banyak orang Sudan khawatir kedua belah pihak akan meningkatkan pertempuran. Setelah berakhirnya evakuasi internasional warga asing.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya