Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Masuk Pasar Sukawati, Iriana Sapa Warga Dan Borong Produk Lokal
- Nakes Nusantara Sehat Dievakuasi Pasca Konflik KKB Vs Aparat Di Papua Barat
- TEKAD Berkontribusi Besar Dalam Penurunan Kemiskinan Ekstrem Di Manggarai
- Potensi Ekonomi Digital Luar Biasa, Yuk Maksimalkan Penggunaan Medsos
- Menpora Jempolin Anak Muda Antusias Ikut Pekan Olahraga Tradisional
Tak Lagi Terganggu Perang Rusia-Ukraina
Stok Pupuk Subsidi Aman
Selasa, 14 Maret 2023 07:30 WIB

RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan, stok kebutuhan pupuk bersubsidi aman alias mencukupi. Kabar ini diharapkan bisa meluruskan simpang siur informasi terkait komoditas tersebut.
Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana mengamini bahwa jumlah stok NPK kini hanya 3,5 juta ton.
Jumlah tersebut memang jauh lebih rendah dari kebutuhan nasional terhadap pupuk NPK, yakni sebesar 8,5 juta ton.
Baca juga : Perang Rusia-Ukraina Bikin Ekspor Industri Furnitur Loyo
“Tapi 3,5 juta ton itu hanya produksi pupuk NPK, bukan keseluruhan. Kemampuan produksi Pupuk Indonesia Group, totalnya mencapai 13,9 juta ton. Terdiri dari 8,8 juta ton urea, 3,5 juta ton NPK dan sisanya jenis pupuk lainnya seperti ZA, SP36 dan lainnya,” jelas Wijaya dalam acara Rumpi BUMN, di Jakarta, Senin (13/3).
Total produksi sebanyak itu, kata dia, berasal dari lima anak perusahaan. Yaitu Pupuk Kaltim, Pupuk Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang, Pusri Palembang dan Pupuk Iskandar Muda, yang tidak hanya memproduksi pupuk saja tetap juga produk-produk kimia (Petrochemical) untuk kebutuhan industri.
Ia menuturkan, kapasitas produksi pupuk tersebut sempat menjadi the biggest di Asia, khususnya untuk produksi urea.
Baca juga : Benteng Persatuan Rakyat Mantap Jagokan Erick Thohir, Ini 3 Alasannya
Selama ini Pupuk Indonesia mendapat penugasan untuk mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri. Salah satunya, lewat program pupuk bersubsidi atau PSO (Public Service Obligation).
Ia menjelaskan, perseroan harus menyediakan pupuk subsidi ke Pemerintah sebanyak 4,6 juta ton untuk tahun ini.
Artinya, kata dia, dari total produksi pupuk urea yang mencapai 8,8 juta ton, masih ada sisa produksi yang bisa dijual komersial kepada retail atau perusahaan kelapa sawit dan industri.
Baca juga : Kunjungi Sumsel, Ombudsman Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Melimpah
Dia menjelaskan, kemampuan perseroan untuk produksi pupuk bersubsidi lebih dari cukup.
“Karena Pemerintah minta kami menyediakan pupuk bersubsidi urea 4,6 juta ton. Sedangkan pupuk bersubsidi NPK sebanyak 3,2 juta ton. NPK produksinya memang pas-pasan. Tapi, kemampuan kami cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi,” ungkapnya.
Ia mengakui, harga semua jenis pupuk akhir-akhir ini memang cukup mahal. Terutama pupuk NPK. Tingginya harga tersebut, kata dia, akibat dampak dari perang Ukraina-Rusia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya