Dark/Light Mode

Belajar Transisi Energi Dari Denmark

Indonesia Siap Memanen Energi Matahari dan Angin

Selasa, 9 Mei 2023 06:30 WIB
Workshop 2: Sustainable Energy Transition, Indonesia Climate Journalist Network kerja sama Climate Unit Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dengan Kedubes Denmark. [Foto: FPCI]
Workshop 2: Sustainable Energy Transition, Indonesia Climate Journalist Network kerja sama Climate Unit Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dengan Kedubes Denmark. [Foto: FPCI]

 Sebelumnya 
Sementara Direktur Greenpeace Wilayah Indonesia, Leonard Simanjuntak mengingatkan, sektor energi dan kehutanan di Indonesia, merupakan dua penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca.

Di forum ini, Leonard menyampaikan materi berjudul Loopholes in Indonesia’s Energy Transition Plan (Celah dalam Rencana Transisi Energi Indonesia).

Baca juga : Kowarteg Indonesia Diapresiasi Masyarakat Surabaya

Apalagi, lanjutnya, di Indonesia, hingga 2030, batubara diperkirakan akan masih mendominasi sektor kelistrikan. “Bahkan di antara negara-negara G20, Indonesia berada pada posisi pertama dengan kenaikan persentase PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap -red) batubara terbesar!” ungkap Leonard.

Direktur Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak saat menjadi pembicara di forum Workshop 2: Sustainable Energy Transition, Indonesia Climate Journalist Network. [Foto: FPCI]

Padahal, lanjutnya, pada Pernyataan Bersama Pemerintah Indonesia dengan Anggota Grup Mitra Internasional tentang Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia, di antaranya berisi upaya percepatan penghentian pembangkit batubara.

Baca juga : Lestari Desak Pemerintah Serius Turunkan Angka Stunting

Selain itu, juga mempercepat penyebaran energi baru terbarukan. Dengan begitu, energi terbarukan terdiri dari setidaknya 34 persen dari semua pembangkit listrik pada 2030.

Just Energy Transition Partnership (JETP) adalah kesepakatan Kemitraan Transisi Energi Adil, antara Uni Eropa beserta mitra internasional dengan Indonesia. Kesepakatan ini dicapai pada KTT G20 di Bali pada 15 - 16 November 2022. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.