Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perjalanan Hadiri Penobatan Raja Charles III Diributkan, Menlu Papua Nugini Mundur
Sabtu, 13 Mei 2023 14:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Papua Nugini Justin Tkatchenko akhirnya mengundurkan diri, menyusul kontroversi soal pengeluaran untuk delegasi resmi negara tersebut, dalam acara penobatan Raja Inggris Charles III di London
"Saya mundur setelah berkonsultasi dengan Perdana Menteri James Marape. Saya juga ingin memastikan, kejadian ini tidak mengganggu kunjungan Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Papua Nugini," ," ungkap Tkatchenko dalam pernyataannya pada Jumat (12/5), seperti dikutip BBC.
"Saya juga ingin memastikan, masalah ini bisa dibersihkan dari kesalahan informasi dan kebohongan," imbuhnya.
Surat kabar lokal Post-Courier menyebut, Tkatchenko dan putrinya mendapat kritikan luas dari masyarakat setempat, karena bepergian dengan setidaknya 10 pejabat untuk melihat penobatan Raja Charles, dengan biaya hampir 900 ribu dolar AS atau Rp 13,36 miliar.
Baca juga : Bangga Sambut Penobatan Raja Charles, PM Inggris: Tidak Ada Tandingannya
Kepada Reuters, Juru Bicara Pemerintah Papua Nugini Bill Toraso mengkonfirmasi, 10 stafnya telah melakukan perjalanan ke London, bersama 10 tamu.
Video perjalanan pesawat kelas I dan momen belanja di Singapura yang dilakoni Tkatchenko, viral di TikTok setelah diposting oleh putrinya, Savannah yang ikut dalam perjalanan tersebut.
Dalam postingan video yang telah dihapus, Savannah merekam kunjungannya ke toko-toko fashion mewah di Singapura dan makan di lounge kelas satu.
Kontan, sebagian warga Papua Nugini marah. Mereka menyebut, uang itu sepatutnya digunakan untuk membiayai layanan dasar masyarakat.
Baca juga : Pendatang Baru Bakal Diwajibkan Punya Skill
"Anak saya trauma dengan perkataan binatang primitif itu," kata Tkatchenko kepada ABC Australia.
"Kecemburuan adalah kutukan. Anda tahu, orang-orang ini dengan jelas menunjukkan bahwa mereka tidak melakukan apa-apa dalam hidup mereka, selain merendahkan orang yang ingin melakukan sesuatu yang baik untuk negara," paparnya.
Tkatchenko kemudian meminta maaf atas kekhilafan komentarnya. Dia bilang, perkataan binatang primitif hanya ditargetkan kepada individu yang telah membuat "komentar menjijikkan dan keji" tentang putrinya, termasuk ancaman "seksual dan kekerasan".
Komentar yang dilontarkan pada Rabu (10/5), memicu gelombang protes di luar Gedung Parlemen, Port Moresby, Jumat (12/5).
Baca juga : Persoalkan Penetapan Tersangka, Lukas Enembe Ajukan Praperadilan
Merespons hal ini, Perdana Menteri James Marape meminta warga Papua Nugini, untuk menerima permintaan maaf Tkatchenko.
Dalam sebuah pernyataan, Marape juga mengaku tersinggung oleh ucapan Tkatchenko.
Papua Nugini adalah negara Persemakmuran di Pasifik, dengan Raja Charles sebagai kepala negaranya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya