Dark/Light Mode

Wawancara Rakyat Merdeka Dengan Wakil Perdana Menteri Qatar, Hamad bin Abdul Aziz Al-Kawari Terkait Qatar Years of Culture 2023

Indonesia Jantung Asia Tenggara

Kamis, 8 Juni 2023 08:00 WIB
Wakil Perdana Menteri Qatar, Hamad bin Abdulaziz Al-Kawari saat diwawancara Tim Redaksi Rakyat Merdeka  RM.id, Mellani Eka Mahayana dan Muhammad Rusmadi, di Jakarta, kemarin. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Wakil Perdana Menteri Qatar, Hamad bin Abdulaziz Al-Kawari saat diwawancara Tim Redaksi Rakyat Merdeka RM.id, Mellani Eka Mahayana dan Muhammad Rusmadi, di Jakarta, kemarin. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan orang Qatar terhadap Indo­nesia?

Saya pribadi sangat menyukai Indonesia. Indonesia sangat spe­sial karena satu-satunya negara yang banyak populasi Muslim­nya bukan karena dijajah atau akibat imbas perang. Indonesia merupakan negara dengan ban­yaknya penganut Muslim karena kemauannya sendiri. Ini sangat luar biasa.

Saya harap banyak orang mengunjungi Indonesia, meli­hat toleransinya. Ini juga saya sampaikan dalam pidato saya di Masjid Istiqlal. Saya tidak pernah melihat toleransi sebesar yang ada di Indonesia. Sayang­nya, tidak ada negara lain yang seperti Indonesia.

Baca juga : Indonesia-India Makin Lengket

Satu hal yang terbesit di piki­ran saya adalah cerita soal Umar bin Khattab. Saat itu, beliau ingin berkunjung ke suatu tempat dan dia ingin sho­lat. Sayangnya, di tempat yang dia datangi tidak ada masjid, hanya ada gereja. Beberapa pengikutnya menyarankan agar dia shalat di salah satu gereja. Namun, Umar bin Khattab me­nolaknya.

Dia mengatakan, tidak mau mengubah fungsi gereja terse­but. Maka dia minta dibuatkan sebuah masjid untuk shalat. Di situlah, beliau meminta saudara-saudaranya untuk hidup da­mai saling berdampingan. Ini yang saya lihat saat mengunjungi Masjid Istiqlal tempo hari. Lokasinya berdampingan dengan sebuah gereja. Saya mengunjungi gereja itu lewat terowongan khusus. Saat saya melewati terowongan ini, saya teringat kisah Umar bin Khattab.

Bagaimana tanggapan Indonesia saat diajak menjadi mitra Years of Culture?

Baca juga : Tinggal Kunci Mobil Mewah Di Parkiran

Respons Indonesia sangat antusias. Ini sesuai dengan harapan kami. Saat saya ber­temu Menteri Pendidikan, Ke­budayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, Menteri Pari­wisata dan Ekonomi Kreatif dan Menteri Luar Negeri Retno Mar­sudi, mereka tidak kalah antu­sias saat membicarakan seputar kegiatan Years of Culture.

Saya yakin acara ini mem­bawa dampak baik dan luar biasa dalam menjalin persaha­batan Qatar dan Indonesia di berbagai aspek. Qatar sangat senang mendapat respons positif dari Indonesia saat mengadakan acara ini.

Ini berarti Qatar akan terus mengadakan Years of Culture.

Baca juga : Batik Bakal Hiasi Mobil Hyundai Edisi Khusus

Tentu saja. Dengan acara seperti ini, kami dapat saling mengenal budaya masing-masing. Dunia sudah makin sempit. Kini ada empat pener­bangan langsung dari Indonesia menuju Qatar tiap harinya.

Saat saya bertemu Menteri Pariwisata Indonesia, beliau ingin menambah jumlahnya. Dia juga ingin menjadikan Jakarta sebagai hub bagi negara lain yang ingin ke Qatar.

Beliau ingin Indonesia men­jadi hub bagi Asia Tenggara untuk Qatar. Jadi ini tidak hanya memberi dampak positif bagi Indonesia, tapi juga negara-negara di Asia Tenggara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.