Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Dubes Peru Luis Raul Tsuboyama Galvan Gelar Pameran Banteng Pucara
Sabtu, 19 Agustus 2023 06:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar (Kedubes) Peru di Jakarta, menggelar Pameran Banteng Pucara di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Pameran tersebut merupakan proyek kerja sama budaya antara Balai Kota Pucara di wilayah Puno, Peru bagian Selatan, Asosiasi Pengrajin Pucara, dan Kedubes Peru di Indonesia.
Pada pameran kali ini, Kedubes Peru di Jakarta, berkolaborasi dengan dua seniman muda asal Bandung, Jawa Barat, Ritzky Bayu Swara dan Andi Tohana.
Baca juga : Gelar Pelatihan Bahasa Untuk PNS Timles
“Tentunya dengan dukungan dari Perpustakaan Cikini, serta seniman muda dari Bandung, Bapak Ritzky dan Andi,” tutur Duta Besar (Dubes) Peru untuk Indonesia, Luis Raul Tsuboyama Galvan, dalam Bahasa Indonesia, saat pembukaan pameran, Selasa (15/7).
Deretan patung-patung banteng berukuran mini, disebar di beberapa sudut Perpustakaan Jakarta, TIM. Patung-patung Banteng Pucara yang terbuat dari keramik, diletakkan dalam kotak kaca berukuran sekitar 40x40x30 centimeter (cm).
Baca juga : Majelis PAUD Dasmen Aisyiyah Gelar Rakernas, Kuatkan Semangat Kolaborasi
Ada lebih dari 10 kotak kaca yang menampilkan Banteng Pucara. Masing-masing, terdiri dari setidaknya berisi dua patung banteng. Yang menarik, warna-warna patung-patung tersebut tidak seragam. Ada warna-warna cerah, seperti merah, dan putih. Hingga warna-warna gelap seperti hitam, coklat dan abu-abu. Warna-warna tersebut memiliki arti tersendiri.
Dari puluhan banteng yang dipamerkan, dua di antaranya merupakan buah karya dari seniman muda Tanah Air, Ritzky dan Andi. Dua Banteng Pucara buatan mereka, masing-masing memiliki motif. Yang satu bermotif kain barong khas Bali. Sedangkan yang lainnya bermotif batik khas Surakarta, atau Solo.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya