Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ikuti WLIC IFLA 2023 di Belanda, Perpusnas Dapat Apresiasi Atas Program TPBIS
Kamis, 31 Agustus 2023 08:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berpartisipasi dalam Kongres Perpustakaan dan Informasi Dunia (World Library and Information Congress/WILC) International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) ke-88 yang dilaksanakan di Rotterdam, Belanda. Kongres ini berlangsung pada 21-25 Agustus 2023, di Gedung Ahoy Convention Centre Rotterdam Belanda, dengan mengangkat tema "Let's Work Together, Let's Library".
Presiden IFLA Barbara Lison menyampaikan, konsep unik tema ini dirumuskan dengan ciri khas bahasa Belanda, yaitu kata benda dapat berubah menjadi kata kerja. "Hal ini mengilhami makna lebih dalam terkait peran perpustakaan dalam masyarakat," ungkap Barbara, dalam pembukaan WLIC IFLA 2023, seperti keterangan Perpusnas, Kamis (31/8).
Barbara menjelaskan, tema Let's Library, memiliki arti yang mendalam. "Kami bisa mengambil kesimpulan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi objek, tetapi juga tindakan. Perpustakaan adalah tempat untuk beraksi, berbagi, dan berkreasi. Masyarakat dapat merasakannya dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Selama WLIC IFLA 2023, lanjutnya, lebih dari 230 sesi kelas dan pertemuan telah diadakan. Para peserta dari berbagai negara dan latar belakang profesional menghadiri acara ini untuk memperdalam pemahaman tentang peran perpustakaan dalam masyarakat modern yang semakin kompleks.
Baca juga : Di Acara PP Awards 2023, Andi Gani Tekankan Intergritas Dalam Pembangunan Proyek
"WLIC IFLA 2023 telah memberikan kesempatan bagi kita semua untuk berbagi pandangan, tantangan, dan solusi yang dapat diadaptasi dan diimplementasikan di berbagai belahan dunia. Perpustakaan bukan hanya tentang mengumpulkan dan menyebarkan pengetahuan, tetapi juga tentang memajukan masyarakat dan keberlanjutan global," ujarnya.
Dia berharap, WLIC IFLA 2023 akan terus memberikan dampak positif dalam memajukan peran perpustakaan di tengah perkembangan dan dinamika Masyarakat modern. “Dengan semangat Let’s Library, perpustakaan diharapkan dapat terus menjadi pusta aktivitas, kreativitas, diskusi dan berbagi pengetahuan bagi masyarakat global,” harapnya.
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyebut, Perpusnas mendapat apresiasi yang luar biasa dari para peserta kongres melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Para peserta ini meliputi kepala perpustakaan, perwakilan lembaga dan parlemen, pegiat literasi, serta perpustakaan dari seluruh penjuru dunia.
"Perpusnas Indonesia mendapat perhatian dari para kepala perpustakaan seluruh dunia karena terobosannya program TPBIS yang mampu memberdayakan perpustakaan dalam mensejahterakan masyarakat," ungkapnya.
Baca juga : Wagub Jabar Apresiasi Kinerja Program CSA Kementan
Syarif Bando menambahkan, dalam upaya meningkatkan indeks literasi masyarakat, Perpusnas juga telah memberikan kontribusi nyata dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. Termasuk kerja sama dengan eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI, Polri, hingga kolaborasi dengan penggiat literasi di seluruh Indonesia.
Dia menjelaskan, upaya ini diiringi dengan pembangunan infrastruktur perpustakaan yang merata. Seperti pembangunan gedung perpustakaan, sumbangan koleksi, teknologi informasi. "Bahkan dengan menghadirkan perpustakaan begerak seperti Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), Motor Perpustakaan, perahu pustaka, kuda pustaka, becak pustaka, hingga angkot pustaka," katanya.
Syarif Bando menekankan, paradigma perpustakaan telah berubah. Perpustakaan berusaha untuk merangkul masyarakat luas, perpustakaan menjangkau masyarakat.
Beberapa inisiatif telah diambil, termasuk melalui pengembangan aplikasi seperti iPusnas, BintangPusnas, Indonesia One Search (IOS), Khastara, dan beragam konten yang dikreasikan oleh para konten kreator. "Langkah ini menjadikan Perpusnas sebagai perpustakaan terkemuka di dunia dengan prinsip open akses untuk koleksi referensi dan jurnal ilmiah," ungkapnya.
Baca juga : Menteri Kabinet Indonesia Maju Apresiasi Program TJSL Pertamina
Pada Konferensi IFLA tahun ini, Perpusnas berhasil mengirimkan delegasi yang diwakili Soraya Hariyani Putri dan Sadariyah Ariningrum Wijiastuti, dengan tulisan yang menarik berjudul "Reference Service Crisis in Research: Threat or Opportunity for Librarian?"
Di sela-sela konferensi, Syarif Bando juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Qatar. Kerja sama tersebut terkait peminjaman koleksi yang dimiliki masing-masing perpustakaan.
Perpusnas juga turut aktif dengan membuka booth pameran yang menampilkan berbagai informasi mengenai TPBIS yang telah sukses dijalankan. Pengunjung dapat melihat secara langsung dampak positif yang dihasilkan oleh para pegiat literasi di berbagai daerah di Indonesia dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
Selain itu, koleksi naskah kuno dari perpusnas yang telah diakui sebagai "Memory of The World" oleh UNESCO turut dipamerkan. Koleksi naskah kuno tersebut memberikan gambaran tentang sejarah dan kekayaan budaya Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya