Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hari Ini Berlangsung Konferensi Iklim Dunia Di Dubai
Indonesia Berhasil Turunkan Emisi Karbon
Kamis, 30 November 2023 08:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya semangat dan optimis menyambut gelaran konferensi perubahan iklim dunia atau yang biasa disebut Conference of Parties (COP) yang dibuka hari ini, Kamis (30/11/2023) di Dubai, Uni Emirat Arab.
Menurut Menteri Siti Nurbaya, Indonesia telah berhasil secara sistematis mengurangi emisi gas rumah kaca. Dia optimis, pada 2030 tak akan ada lagi emisi gas rumah kaca, utamanya dari sektor kehutanan.
“Dalam sepuluh tahun terakhir, hasilnya cukup membanggakan. Indonesia bisa mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan secara signifikan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat, pengendalian cuaca, dan lain sebagainya,” kata Menteri saat berbincang dengan media, termasuk Rakyat Merdeka, di sela peninjauan kesiapan paviliun Indonesia di arena COP28. Rakyat Merdeka tiba di Dubai sejak Rabu (29/11/2023) dini hari untuk mengikuti kegiatan COP28 yang berlangsung selama dua pekan ke depan.
Baca juga : Presiden Jokowi Paparkan Potensi Investasi Di Indonesia Ke Para Pebisnis Di AS
COP adalah konferensi perubahan iklim terbesar di dunia yang digelar tiap tahun. Ada ratusan negara yang tergabung dalam COP, dan tahun ini rencananya akan hadir sekitar 190-an negara. Presiden Jokowi rencananya akan tiba di Dubai sore ini. Dalam forum COP, seluruh negara di dunia berkumpul, mencari solusi nyata dan konkret untuk mengatasi perubahan iklim, yang kondisinya saat ini dinilai makin kritis.
Kemarin, Menteri Siti Nurbaya, Wamen LHK Alue Dohong dan sejumlah pejabat teras di KLHK meninjau paviliun Indonesia yang berlokasi di Expo City Dubai, sekaligus mengecek berbagai persiapannya. Di paviliun itu akan digelar pameran, pertunjukan seni budaya, pertemuan bilateral serta banyak sekali dialog untuk memperlihatkan aksi-aksi nyata yang telah dikerjakan Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.
“Paviliun ini sangat penting karena mengkonfirmasi hal-hal substansi dan apa saja yang sudah kita kerjakan. Ini jadi keunggulan Indonesia dari negara lain,” kata Menteri. Beda dengan negara lain yang umumnya hanya bilang komitmen, atau sekedar ambisi tanpa bukti.
Baca juga : Elektabilitas PSI Naik, Kaesang Dinilai Berhasil Buat Gerakan Di Partai
Menurut Menteri, upaya untuk pengurangan emisi telah tertuang dalam kebijakan Foresty and Other Land Use atau FOLU Sink Net 2030. Ada dua strateginya, yaitu melalui sektor kehutanan dan sektor energi.
“Namun, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih rendah, dalam 9 tahun terakhir, maka pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor energi tidak terlalu dioptimalkan. Karena pasti akan berdampak pada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Karena itu, pengurangan emisi yang dioptimalkan adalah dari sektor kehutanan. Salah satu caranya dengan menekan agar tidak terjadi kebakaran hutan. Banyak upaya dikerjakan untuk mencegah dan mengurangi kebakaran hutan. Antara lain, monitoring cuaca, pemantauan hot spot, dan memonitor curah hujan dan monitor kualitas udara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya