Dark/Light Mode

KJRI Cape Town Lepas Solo Touring WNI Usia 72 Tahun ke Nordkapp Gunakan Motor

Minggu, 10 Desember 2023 15:55 WIB
Prosesi pelepasan solo touring Ida Bagus Ngurah Wijaya, dari titik paling Selatan di Afrika menuju Nordkapp, titik paling Utara di Eropa, Sabtu pagi (9/12). (Foto: KJRI Cape Town)
Prosesi pelepasan solo touring Ida Bagus Ngurah Wijaya, dari titik paling Selatan di Afrika menuju Nordkapp, titik paling Utara di Eropa, Sabtu pagi (9/12). (Foto: KJRI Cape Town)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town menjadi saksi perjalanan solo touring Ida Bagus Ngurah Wijaya, yang dimulai dari titik paling Selatan di Afrika menuju Nordkapp, titik paling Utara di Eropa, Sabtu pagi (9/12). 

Wisma Konjen RI di Cape Town menjadi kilometer pertama perjalanan Ngurah Wijaya dalam rangka mempromosikan wisata Indonesia. Konjen RI Tudiono dan Keluarga Besar KJRI turut melepas Ngurah Wijaya.

"Ngurah Wijaya yang berusia 72 tahun ingin melihat merah putih di motornya dihormati dan dikenal orang di sepanjang perjalanan, Dia juga bangga ketika orang-orang memperlakukannya dengan ramah setelah mengetahui dirinya dari Indonesia," bunyi siaran pers KJRI Cape Town.

Cape Town dipilih sebagai titik awal perjalanan karena kemampuan ekonomi dan punya potensi untuk menarik wisatawannya ke Indonesia. 

Baca juga : KJRI Cape Town Gelar Bincang Fashion Indonesia, Peserta Afsel Takjub

Pilihan ini juga didasarkan pada kedekatan sejarah dan budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan, terutama Cape Town yang pernah menjadi tempat pengasingan beberapa ulama dan pejuang besar Indonesia selama masa kolonial.

Di antaranya, Syekh Yusuf Al Makassari asal Kerajaan Gowa yang di masa pengasingannya menjadi orang pertama yang mengajarkan Islam di Afrika Selatan.

Di samping itu juga ada Abdullah bin Qadhi Abdussalam atau lebih dikenal sebagai Tuan Guru, asal Tidore yang dipenjara di Robben Island.

Saat prosesi pelepasan Ngurah Wijaya, Konjen RI juga melakukan video conference dengan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara. 

Baca juga : Ketum IMI Lepas Turing Rescue Journey Mandalika-Jakarta

Mereka membahas rencana penyelenggaraan Indonesian Folk Market 2024 sebagai tindak lanjut kerja sama sister city. 

"Walikota Mossel Bay mengharapkan Pemerintah Bali atau Denpasar mengirimkan misi seni dan kebudayaan ke sana," lanjut siaran pers KJRI Cape Town.

Di samping itu KJRI Cape Town juga menggelar video call dengan Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menjajaki kemungkinan penyelenggaraan South African Tourism Mart di KJRI Cape Town.

Selain mendoakan Ngurah Wijaya, Konjen RI Tudiono juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan aplikasi Safe Travel. Aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Luar Negeri ini bermanfaat untuk perlindungan WNI.

Baca juga : Kabar Duka, Sastrawan Remy Sylado Meninggal Di Usia 77 Tahun

Setelah bersalaman dan berfoto dengan Konjen RI dan keluarga besar KJRI Cape Town, Ngurah Wijaya memulai perjalanannya dengan harapan bisa mengharumkan nama Indonesia hingga Nordkapp, Norwegia.

"Terima kasih telah membawa nama Indonesia di kancah Internasional, semoga selamat sampai tujuan hingga kembali ke Indonesia," ucap Konjen RI Tudiono

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.