Dark/Light Mode

Indonesia dan Singapura Kolaborasi Tingkatkan Kualitas PAUD

Senin, 4 Nopember 2019 23:31 WIB
Jaryll Chan dari SIF menyerahkan cenderamata kepada Ketua IGTKI Jabar Reni Kusnaeni yang didampingi Ketua PGRI Jabar Edi Parmadi. (Foto FB Singapore Embassy di Jakarta)
Jaryll Chan dari SIF menyerahkan cenderamata kepada Ketua IGTKI Jabar Reni Kusnaeni yang didampingi Ketua PGRI Jabar Edi Parmadi. (Foto FB Singapore Embassy di Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Jawa Barat (Jabar) dan Singapore University of Social Sciences (SUSS) bekerja sama dengan Singapore International Foundation (SIF) meluncurkan Program "Early Childhood Education Project" (ECE) atau Proyek Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Peluncuran program berlangsung di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jabar, Jln. Talaga Bodas No. 56, Kota Bandung, Senin (4/11/2019). Hadir, Division Director Programmes SIF, Jaryll Chan, Ketua IGTKI Jawa Barat Reni Kusnaeni, Ketua PGRI Jawa Barat Edi Parmadi dan Pemimpin Akademis Program Pendidikan Anak Usia Dini di SUSS, Sirene May-Yin Lim.

Pada kesempatan itu Program ECE menggelar workshop peningkatan kapasitas guru PAUD di 27 kabupaten/kota di Jabar. Selama dua tahun ke depan, tim Singapore International Volunteers (SIV) yang terdiri dari anggota fakultas program ECE di SUSS, akan bekerja sama dengan spesialis ECE Indonesia yang merupakan anggota terdaftar IGTKI. SIV akan melatih anggotanya di Indonesia melalui berbagi pengetahuan, keterampilan, dan praktik terbaik di bidang ini.

Berita Terkait : IWAPI Bakal Kolaborasi dengan Kabinet Baru Ciptakan Pengusaha Wanita

Proyek ini memiliki dua tujuan, salah satunya membekali para praktisi ECE di Jawa Barat dengan keterampilan yang telah diperkuat dalam layanan ECE. Caranya dengan melakukan training on trainers (ToT), dimana 50 pelatih utama akan dilengkapi keterampilan pedagogi dan penilaian kualitas agar memungkinkan mereka berbagi pengetahuan dengan 250 rekan mereka di sektor ini.

Proyek ECE juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada 9.000 anggota masyarakat Indonesia selama dua tahun ke depan, termasuk para siswa, guru, orang tua, dan wali. Setelah proyek ini berakhir, para peserta diharapkan sudah memahami dan melaksanakan strategi pedagogi mendasar, lalu meningkatkan layanan ECE. Kemudian, bisa menerapkan metode dan manajemen kelas saat mengajar di dalam kelas. 

"IGTKJ senang bisa bekerja sama di bidang pendidikan usia dini dengan Singapura. Kami senang SIF dan SUSS bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini," jelas Renni Kusnaeni dalam keterangan pers SIF.

Berita Terkait : Pentingnya Kontribusi Laboratorium untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan 4.0

Sementara itu, Division Director Programmes SIF, Jaryll Chan mengatakan, ketika orang-orang dari budaya berbeda dapat berkolaborasi, akan terjadi perubahan positif yang tidak terbatas. "Upaya kolaborasi antara Singapura dan Indonesia ini sangat penting. Karena, kami telah mengisyaratkan pentingnya pendidikan anak usia dini agar dapat diakses seluruh masyarakat. Kami berharap, hal ini dapat memperkuat persahabatan antarkedua negara," harapnya.

"Kolaborasi ini memungkinkan untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak," katanya lagi.

 

Senada dengan Chan, menurut Sirene May-Yin Lim, PAUD berperan penting dalam membangun masyarakat karena mendukung pengembangan manusia selama bertahun-tahun. "Penting bagi setiap negara untuk berinvestasi dalam pendidikan anak usia dini yang membentuk fondasi bagi pembelajaran seumur hidup," ujarnya.

Berita Terkait : Nadiem Makarim, Pilihan Jokowi Untuk Lompatan Kualitas SDM Indonesia

Kegiatan SIF di Indonesia dimulai pada 1992 terutama di bidang kesehatan dan proyek peningkatan kapasitas pendidikan, dan dalam beberapa tahun terakhir termasuk proyek di bidang kewirausahaan sosial dan seni dan budaya. Secara global, Proyek Pendidikan Anak Usia Dini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Tujuan 4: Pendidikan inklusif dan berkualitas dan mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua, dan Tujuan 17: Kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. [DAY]