Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Di Tunisia, Prancis, Inggris, Hingga Amerika
Isu Palestina Menggema Dalam Demo Hari Buruh
Jumat, 3 Mei 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Demo para pekerja pada perayaan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei tahun ini sedikit berbeda. Tak hanya menyuarakan soal kesejahteraan, para pekerja dari Tunisia hingga Amerika Serikat (AS) menyuarakan hak kemerdekaan untuk warga Palestina yang masih dijajah Israel.
Dilansir Al Arabia, di Tunisia, ribuan pekerja dari berbagai latar belakang pekerjaan, turun ke jalan di Ibu Kota Tunisia, Tunis, sambil membawa bendera dan berbagai atribut terkait Palestina, Rabu (1/5/2024).
Massa juga membawa sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Palestina. Salah satu spanduk berbunyi “Palestina adalah rumah damai tiga agama” dan “Biarkan Palestina Mendapatkan Rasa Aman.”
Baca juga : Duit Pekerjaan Fiktif Buat Beli Mobil, Bayar Preman
Di Prancis, para pekerja meneriakkan tuntutan untuk kemerdekaan Gaza dari cengkraman Israel. Mereka juga membawa isu utama, yaitu mengenai pelaksanaan Olimpiade.
Para pekerja Prancis menuntut kenaikan gaji dan lingkungan kerja yang layak selama pelaksanaan Olimpiade Paris, yang akan dimulai Juli hingga Agustus 2024.
Sedikitnya 1.500 pekerja, yang terdiri dari tukang sampah, petugas stasiun kereta hingga teller bank, turun ke jalan mendesak kenaikan gaji untuk mengimbangi keputusan kenaikan umur pensiun.
Para pendemo mengancam akan mengacaukan jalannya Olimpiade Paris jika tuntutan mereka tidak digubris.
“Kami menuntut hak. Kami ingin hidup damai. Tidak hanya di Prancis, tapi juga Palestina,” ujar anggota serikat utama Konfederasi Buruh Umum (CGT) Isabelle Garivier.
Selain menuntut kesejahteraan, mereka menuntut Presiden Emmanuel Macron menghentikan bantuan kepada Israel dan fokus membantu proses damai untuk Palestina.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya