Dark/Light Mode

Di Tunisia, Prancis, Inggris, Hingga Amerika

Isu Palestina Menggema Dalam Demo Hari Buruh

Jumat, 3 Mei 2024 06:20 WIB
Para pekerja berunjuk rasa di Place de la Bastille pada peringatan MayDay, di Paris, Prancis, 1 Mei 2024. Foto: ALAIN JOCARD/AFP/GETTY IMAGES
Para pekerja berunjuk rasa di Place de la Bastille pada peringatan MayDay, di Paris, Prancis, 1 Mei 2024. Foto: ALAIN JOCARD/AFP/GETTY IMAGES

RM.id  Rakyat Merdeka - Demo para pekerja pada perayaan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei tahun ini sedikit berbeda. Tak hanya menyuarakan soal kesejahteraan, para pekerja dari Tunisia hingga Amerika Serikat (AS) menyuarakan hak kemerdekaan untuk warga Palestina yang masih dijajah Israel.

Dilansir Al Arabia, di Tuni­sia, ribuan pekerja dari berbagai latar belakang pekerjaan, turun ke jalan di Ibu Kota Tunisia, Tunis, sambil membawa bendera dan berbagai atribut terkait Palestina, Rabu (1/5/2024).

Massa juga membawa sejum­lah spanduk berisi dukungan ke­pada Palestina. Salah satu span­duk berbunyi “Palestina adalah rumah damai tiga agama” dan “Biarkan Palestina Mendapat­kan Rasa Aman.”

Baca juga : Duit Pekerjaan Fiktif Buat Beli Mobil, Bayar Preman

Di Prancis, para pekerja meneriakkan tuntutan untuk ke­merdekaan Gaza dari ceng­kraman Israel. Mereka juga membawa isu utama, yaitu mengenai pelaksanaan Olimpiade.

Para pekerja Prancis menuntut kenaikan gaji dan lingkungan kerja yang layak selama pelak­sanaan Olimpiade Paris, yang akan dimulai Juli hingga Agus­tus 2024.

Sedikitnya 1.500 pekerja, yang terdiri dari tukang sampah, petu­gas stasiun kereta hingga tell­er bank, turun ke jalan mendesak kenaikan gaji untuk mengimbangi keputusan kenaikan umur pensiun.

Baca juga : Heboh Disawer SYL

Para pendemo mengancam akan mengacaukan jalannya Olimpiade Paris jika tuntutan mereka tidak digubris.

“Kami menuntut hak. Kami ingin hidup damai. Tidak hanya di Prancis, tapi juga Palestina,” ujar anggota serikat utama Kon­federasi Buruh Umum (CGT) Isabelle Garivier.

Selain menuntut kesejahteraan, mereka menuntut Presiden Emmanuel Macron menghenti­kan bantuan kepada Israel dan fokus membantu proses damai untuk Palestina.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.