Dark/Light Mode

Sadiq Khan Terpilih Lagi Jadi Wali Kota

London Buktikan Tidak Terjangkit Islamophobia

Senin, 6 Mei 2024 06:20 WIB
Wali Kota London Sadiq Khan bersama pendukungnya di London, Inggris, 1 Mei 2024. Foto: REUTERS/ CHRIS J RATCLIFFE
Wali Kota London Sadiq Khan bersama pendukungnya di London, Inggris, 1 Mei 2024. Foto: REUTERS/ CHRIS J RATCLIFFE

 Sebelumnya 
Khan menyampaikan lang­kah-langkah yang dia lakukan dalam menghadapi krisis. Antara lain membekukan tarif kereta api dan bus, serta menyediakan makanan gratis untuk semua siswa sekolah dasar.

Khan juga menangkis banyak kritik dengan menyalahkan pemerintahan Konservatif yang telah menghambat rencananya. Dia optimistis, proyeksi kemenangan kubunya, Partai Buruh, dalam Pemilu nasional akhir ta­hun ini akan mengubah nasibnya.

Khan adalah anak kelima dari delapan bersaudara. Orangtuanya adalah Muslim Pakistan yang tiba di Inggris tak lama sebelum kelahirannya. Dia dibe­sarkan di sebuah apartemen yang disewa oleh orangtuanya. Ayah Khan adalah seorang sopir bus.

Baca juga : Kata Dewan Pengawas,Sidang Etik Jalan Terus

Setelah menuntaskan studi hukum di Universitas London Utara, Khan mengantongi sertifikasi sebagai advokat pada 1994. Bidang spesialisasi hu­kumnya menyangkut masalah Hak Asasi Manusia (HAM). Selama berkarier sebagai penga­cara, dia sering menangani kasus pelanggaran HAM di kalangan polisi dan lembaga Pemerintah.

Pada 1994, Khan memulai kari­er politiknya. Dia terpilih sebagai anggota dewan lokal di wilayah Tooting, London, dari Partai Buruh. Setelah anggota parlemen Partai Buruh setempat memutus­kan untuk pensiun dari Parlemen Inggris, Khan memenangkan kompetisi untuk menggantikan­nya sebagai calon anggota legislatif dari partai itu. Dia pun terpilih menjadi anggota House of Commons atau Majelis Rendah Inggris pada Pemilu 2005.

Selama berkarier sebagai politikus, Khan dikenal sebagai politi­kus Islam yang berhaluan moderat. Dia sangat menentang cara-cara kekerasan dalam mengekspresi­kan pandangan keagamaan.

Baca juga : Ogah Ajak Pacar Login

Pada Oktober 2008, Khan di­angkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Inggris. Setahun kemudian, dia dipromosikan menjadi Menteri Negara Bidang transportasi.

Menyusul kekalahan Partai Buruh pada Pemilu 2010, Khan bersama rekan-rekannya harus menduduki bangku oposisi di parlemen. Enam tahun berselang, dia mencari cara untuk menaik­kan kembali pamor partainya. Dia pun berhasil mengantongi tiket pencalonan Wali Kota Lon­don dari Partai Buruh.

Pada waktu itu, Wali Kota petahana London dari Partai Konservatif, Boris Johnson (yang kemudian menjadi Per­dana Menteri Inggris) sudah dua periode menjabat. Dia tak ingin lagi mencalonkan diri untuk ketiga kali, sehingga tiket pencalonan dari partai tersebut di­berikan kepada Zac Goldsmith.

Baca juga : Senang Solo Karier, Anies Tak Tertarik Bikin Partai

Akan tetapi, Goldsmith tidaklah sekarismatik Johnson. Se­mentara perolehan suara Partai Buruh di London berhasil mengungguli Partai Konservatif pada Pemilu 2015. Berbagai faktor tersebut mampu membantu Khan memenangkan Pemilihan Wali Kota London 2016. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 06 Mei 2024 dengan judul "Sadiq Khan Terpilih Lagi Jadi Wali Kota London Buktikan Tidak Terjangkit Islamophobia"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.