Dark/Light Mode

Di Tengah Kemajuan, Seoul Berjuang Hadapi Kesenjangan Dan Populasi Menua

Kamis, 23 Mei 2024 10:59 WIB
Wakil Direktur Divisi Pengembangan dan Kerjasama Internasional, Pemerintah Metropolitan Seoul, Hyekyoung Jang saat memaparkan presentasi.
Wakil Direktur Divisi Pengembangan dan Kerjasama Internasional, Pemerintah Metropolitan Seoul, Hyekyoung Jang saat memaparkan presentasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Seoul telah diakui sebagai salah satu kota paling maju dan modern di dunia. Namun, di balik gedung pencakar langit yang megah, Ibukota Korea Selatan ini masih menghadapi tantangan besar seperti kesenjangan sosial, biaya perumahan mahal, serta populasi yang menua. 

Mengatasi beragam persoalan itu, Pemerintah Metropolitan Seoul menyiapkan berbagai program inovatif. Program ini fokus pada masyarakat yang terpinggirkan, sekaligus memperkuat posisi Seoul sebagai kota global yang dinamis. 

Demikian disampaikan Wakil Direktur Divisi Pengembangan dan Kerjasama Internasional, Pemerintah Metropolitan Seoul Hyekyoung Jang, kepada peserta program Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea, di Balaikota Seoul, Selasa (14/5/2024). Program tersebut merupakan kerja sama Korea Foundation dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).

Memulai presentasinya, Jang menceritakan sejarah singkat bagaimana Seoul yang berubah dari kota miskin pada tahun 1950 menjadi kota maju sekaligus pusat ekonomi. Transformasi ini dikenal dengan istilah "Miracle on the Han River" atau mukjizat di Sungai Han. Sungai Han adalah sungai yang mengalir membelah kota Seoul.  

Kata Jang, meski Seoul mencapai kemajuan ekonomi yang luar biasa, Seoul masih menghadapi masalah sosial.

Baca juga : Equnix Luncurkan Solusi Keamanan Data Pribadi

"Hal ini yang menginspirasi Pemerintah Kota Seoul untuk fokus pada nilai kebersamaan dengan mereka yang terpinggirkan dan kurang diperhatikan secara sosial," kata Jang. 

Ia kemudian menjelaskan berbagai program untuk mengurangi kesenjangan sosial. Salah satunya lewat pemberian beasiswa pendidikan. Jang menjelaskan, di masyarakat Korea tumbuh kesadaran tentang pentingnya pendidikan. Kehidupan akan terjamin jika bisa masuk kuliah di kampus bergengsi. Sayangnya, tidak semua keluarga bisa mengeluarkan biaya pendidikan yang besar untuk anak-anak mereka. Pemerintah pun berinisiatif membuat Seoul Learn, sebuah program kelas pembelajaran online gratis untuk siswa dari keluarga yang kurang mampu. 

"Dengan program ini anak-anak dapat mengunduh materi belajar secara gratis dan juga mendapatkan bimbingan satu per satu dari mahasiswa," kata Jang. 

Program ini sudah dua tahun berjalan dan mendapat sambutan baik. Sejak diluncurkan sudah 21 ribu peserta mengikuti program ini. Hasilnya pun menggembirakan. "Tahun lalu, sebanyak 461 siswa berhasil masuk universitas dengan dukungan dari program ini," kata dia. 

Program lain untuk mengatasi kesenjangan adalah adalah sistem pendapatan jaminan sosial. Pemerintah Seoul menyediakan tunjangan kehidupan kepada orang miskin yang memenuhi syarat. Namun, kata dia, program ini sedang dievaluasi. Karena ada laporan program ini membuat orang malas kerja. "Karena meski mendapat kesempatan kerja, mereka memilih untuk tidak bekerja demi menerima tunjangan dari pemerintah," ungkapnya. 

Baca juga : Kedubes Iran Kenang Momen Kunjungan Presiden Raisi Ke Indonesia

Program lain adalah meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan terutama untuk orang tua, tunawisma, dan individu dengan pendapatan rendah atau kondisi kesehatan kronis. Program ini untuk memastikan setiap warga, terlepas dari status sosial atau ekonomi, memiliki akses ke perawatan kesehatan yang memadai.

Program lain ialah sewa rumah murah. Kata Jang, biaya perumahan di Seoul sangat tinggi. Jadi, sangat sulit untuk memiliki ruang tinggal sendiri. Karena itu, Pemerintah menyediakan unit perumahan sewa untuk kelompok rentan. Program serupa juga dibuat oleh pemerintah lokal lain. Namun, kata dia, yang membedakan adalah rumah sewa yang disediakan adalah yang berkualitas tinggi. Maksudnya, berada di lokasi yang strategis, kualitas bangunan yang baik, dan memiliki beragam jenis kriteria penghuni. Mulai dari yang hidup sendiri, sampai keluarga kecil. 

Program berikutnya adalah menambah infrastruktur pencegahan kejahatan. Kata Jang, kaum muda di Seoul memilih untuk tidak menikah dan tinggal sendiri. Rumah tangga tunggal ini rentan terhadap kejahatan. 

Karena itu, Pemerintah memperluas infrastruktur pencegahan kejahatan melalui Save Village Sheriff dan Smart Security Lights atau sistem pencahayaan cerdas. Save Village Sheriff adalah program keamanan komunitas yang melibatkan partisipasi aktif warga lokal sebagai penjaga keamanan. Sementara Smart Security Lights adalah sistem pencahayaan cerdas yang dilengkapi dengan sensor gerak yang menyala otomatis saat mendeteksi pergerakan. Lampu ini juga terhubung dengan kamera pengawas untuk merekam aktivitas mencurigakan dan memberikan bukti jika terjadi kejahatan.

Di tengah tantangan ini, Jang menjelaskan bahwa Seoul terus berupaya menjadi pusat keuangan dan industri kreatif di Asia melalui berbagai inisiatif untuk menarik perusahaan global.

Baca juga : Kebebasan Pers Berdasarkan Pancasila

Salah satu upayanya adalah mendirikan Invest Seoul pada tahun 2022 untuk mendukung industri keuangan dan meningkatkan lingkungan hidup. Seoul juga memberikan pengurangan pajak bagi perusahaan asing untuk menarik lebih banyak pekerja asing.

Selain itu, Seoul fokus mengembangkan industri kreatif untuk mendukung ekonomi kota. Tahun lalu, Pemerintah Seoul menetapkan lima sektor utama, termasuk realitas tertambah (XR), media video, webtoon, game, dan eSports, serta meluncurkan visi industri kreatif sebagai mesin pertumbuhan masa depan.

Seoul juga mengembangkan industri pariwisata yang bernilai tambah tinggi dan berdaya serap tenaga kerja tinggi. "Seoul berencana menarik lebih banyak wisatawan dengan berbagai atraksi, hiburan, dan pengembangan area Sungai Han," tutupnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.