Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Eskalasi Palestina Meningkat, Kemenlu Siapkan Evakuasi 3.656 WNI Di Timteng
Rabu, 29 Mei 2024 19:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan, telah merancang rencana kontijensi untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di beberapa wilayah di Timur Tengah seiring meningkatnya eskalasi di Gaza, Palestina.
Hal ini disampaikan Direktur Pelindungan WNI Judha Nugraha pada press briefing di Kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu (29/5/2024).
"Sebagaimana kita ketahui bersama, konflik di Gaza ini memiliki potensi menyebar, ada kemungkinan eskalasi ke beberapa titik," kata Judha pada press briefing di Kemenlu, Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Baca juga : Sekjen Gerindra Serahkan Dana Hasil Lelang Sapi Miliknya Ke Baznas
Rencana kontijensi disiapkan perwakilan Republik Indonesia (RI) di sekitar kawasan konflik Palestina-Israel untuk mengantisipasi jika ada eskalasi yang membahayakan keselamatan WNI.
Bahkan, Menlu Retno Marsudi yang memimpin secara langsung rapat dengan kepala perwakilan di wilayah Timur Tengah.
Direktur Kemenlu juga menyampaikan status kesiagaan yang ditetapkan Kedutaan Besar RI (KBRI) di masing-masing wilayah sekitar konflik.
Baca juga : Antusias Peserta Meningkat, J&T Express Kembali Hadirkan J&T Connect Run 2024
KBRI Amman, yang berlokasi Yordania menetapkan wilayahnya siaga 1. Sedangkan KBRI Teheran di Iran menetapkan wilayahnya siaga 2. Adapun KBRI Beirut menetapkan Lebanon Selatan siaga 1, sedangkan wilayah Lebanon lainnya, termasuk Beirut ditetapkan siaga 2.
Judha juga melaporkan jumlah WNI yang ada di beberapa wilayah Timur Tengah. Di Israel, saat ini WNI yang tercatat berjumlah 130 orang. Di Suriah ada 2.361 WNI, di Lebanon 217 WNI, di iran 387 WNI, dan di Irak ada 553 WNI.
"Perlu kami sampaikan, WNI yang tercatat oleh KBRI karena aktif melakukan lapor diri. Jadi ada kemungkinan WNI yang ada di beberapa negara tersebut ada lebih banyak, karena tidak melakukan lapor diri dan tidak tercatat," ungkapnya.
Baca juga : Kekerasan Anak Meningkat, Kemenko PMK Dorong Integrasi Data
Di Gaza sendiri masih ada 8 WNI. Mereka adalah relawan MERC yang menjalankan tugas kemanusiaan. Sesuai kebijakan MERC, para relawan tersebut masih bertugas di sana sambil menunggu proses rotasi.
Judha mengatakan MERC sudah mengirimkan 3 batch relawan secara rotasi. Rotasi pada batch ketiga memang terlambat karena serangan Israel ke Rafah, yang membuat perbatasan Rafah ditutup.
"Yang penting adalah para relawan tersebut memahami risiko yang ada di dalam. Kemudian, MERC memiliki rencana kontijensi jika terjadi sesuatu dengan para relawannya," kata Judha.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya