Dark/Light Mode

Kritik Pasokan Senjata Ke Ukraina

Putin Ancam Kirim Senjata Ke Negara Lain, Untuk Serang Barat

Kamis, 6 Juni 2024 15:35 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: TASS)
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: TASS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik pengiriman senjata jarak jauh dari negara-negara Barat ke Ukraina. Kalau mau, kata Putin, Moskow dapat mempersenjatai negara lain dengan senjata serupa, untuk menyerang negara-negara Barat.

Pernyataan ini disampaikan Putin dalam konferensi pers langka dengan sejumlah media asing pada Rabu (5/6/2024), setelah beberapa negara Barat termasuk Amerika Serikat (AS) memberi lampu hijau kepada Ukraina, untuk menyerang target di dalam wilayah Rusia.

Moskow menyebut langkah tersebut sebagai kesalahan perhitungan yang serius.

“Jika ada yang berpikir untuk memasok senjata semacam itu ke zona perang, demi menyerang wilayah Rusia dan menciptakan masalah bagi kami, mengapa kami tidak punya hak untuk memasok senjata dari kelas yang sama ke wilayah dunia lainnya, untuk menyerang fasilitas sensitif negara-negara Barat?” papar Putin seperti dikutip AFP.

Baca juga : Brand Lokal d`BestO Kembali Kirim Bantuan Untuk Pengungsi Di Palestina

Politisi berusia 71 tahun itu menegaskan, mengirim senjata ke zona perang selalu berdampak buruk. Terlebih, jika negara pengirim tak hanya sekadar menjadi pemasok, tetapi juga pengendali.

“Ini adalah langkah yang sangat serius dan berbahaya," kata Putin.

Putin pun menyinggung Jerman, ketika tank pertama yang dipasok negara itu muncul di tanah Ukraina.

Menurutnya, fakta itu memicu kejutan moral dan etika di Rusia karena warisan Perang Dunia II.

Baca juga : Jokowi Ucapkan Selamat Idul Fitri, Harap Jadi Momentum Merajut Persaudaraan

"Ketika mereka mengatakan, akan ada lebih banyak rudal yang bakal mengenai target di wilayah Rusia, secara definitif hubungan Rusia-Jerman akan hancur,” papar Putin.

Dalam kesempatan tersebut, Putin kembali menegaskan, Rusia tidak memulai perang melawan Ukraina.

 "Semua orang berpikir, Rusia memulai perang di Ukraina. Saya ingin menekankan, tidak ada seorang pun di Barat, di Eropa, yang ingin mengingat bagaimana tragedi ini dimulai," ujar Putin.

Putin pun menolak untuk menjelaskan kerugian yang dialami Rusia dalam dua tahun konflik melawan Ukraina. Dia hanya 
mengatakan, kerugian yang dialami Ukraina lima kali lebih tinggi.

Baca juga : Pertamina Pastikan Tepat Sasaran Dan Terjangkau

"Jika kita berbicara tentang kerugian yang tidak dapat dipulihkan, rasionya adalah satu banding lima," terangnya.

Ketika ditanya tentang jurnalis video AFP Arman Soldin di Ukraina yang diduga tewas tertembak roket Rusia pada tahun 2023, Putin mengindikasikan Moskow siap membantu menyelidiki.

"Kami siap melakukan pekerjaan ini. Tapi, saya tidak tahu bagaimana itu bisa dilakukan dalam praktik, karena orang ini meninggal di zona perang," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.