Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perang Di Gaza Belum Usai, Biden Prihatin, Idul Adha Dirayakan Di Masa Sulit
Senin, 17 Juni 2024 09:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan keprihatinannya, karena tahun ini, Idul Adha datang di saat yang sulit bagi banyak kaum Muslim di seluruh dunia.
Dia pun menyoroti perang Israel-Hamas Palestina di Gaza, yang banyak menelan korban warga sipil tak bersalah.
Mengacu data yang dipublikasikan Al Jazeera pada 16 Juni 2024, perang Israel-Hamas Palestina sejak 7 Oktober 2023 telah mengakibatkan 1.139 warga Israel, 37.296 warga Gaza (termasuk 15 ribu anak-anak, 10 ribu hilang) tewas. Di Tepi Barat yang diduduki Israel, sebanyak 548 orang tewas (termasuk 135 anak-anak).
Sementara korban luka di Israel dilaporkan telah melebihi 8.730 orang, Gaza 85.197 orang, dan Tepi Barat 5.200 orang.
"Terlalu banyak nyawa melayang, termasuk ribuan anak-anak. Mereka kehilangan rumah, komunitas mereka hancur. Rasa sakit mereka sangat besar," tutur Biden, dalam keterangan resmi Gedung Putih, yang dipublikasikan melalui akun media sosial X miliknya, Senin (16/6/2024).
Biden yang akan kembali mencalonkan diri di Pilpres November 2024 - bersama Donald Trump - menegaskan, pemerintahannya telah melakukan semua hal yang dapat ditempuh untuk mengakhiri perang, membebaskan semua sandera, memberikan bantuan kemanusiaan, dan bekerja keras menuju Solusi Dua Negara (Two-state Solution) Israel-Palestina di masa depan.
Baca juga : Di Tengah Serangan Israel, Warga Palestina Salat Idul Adha Di Masjid Al-Aqsa
"Ini saya yakini sebagai satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian abadi bagi Palestina dan Israel," tegas Biden.
"Saya sangat percaya bahwa proposal gencatan senjata tiga fase yang diajukan Israel kepada Hamas dan didukung Dewan Keamanan PBB, merupakan cara terbaik untuk mengakhiri kekerasan di Gaza dan mengakhiri perang," lanjutnya.
Biden juga memaparkan, pihaknya bekerja untuk membawa resolusi damai dalam konflik mengerikan di Sudan.
Amerika, kata Biden, terus mengadvokasi hak-hak komunitas Muslim lainnya - termasuk Rohingya di Burma dan Uyghur di China - dalam menghadapi penganiayaan di seluruh dunia.
"Seperti semua orang, mereka berhak hidup bebas dari kekerasan dan ketakutan. Itu sebabnya, saya berkomitmen untuk mengatasi momok Islamofobia di Amerika Serikat," ujar Biden.
Menurutnya, kebencian tidak memiliki tempat di Amerika, apakah itu ditargetkan pada Muslim Amerika, Arab Amerika termasuk Palestina, atau siapa pun.
Baca juga : Pemprov Jabar Gelar Salat Idul Adha di Lapangan Gasibu Bandung
Pemerintahan Biden menciptakan strategi nasional untuk melawan Islamofobia dan bentuk bias dan diskriminasi terkait, yang tak hanya mempengaruhi kaum Muslim, tetapi juga Arab, Sikh, dan Asia Selatan.
"Di Amerika Serikat, setiap orang diperlakukan dengan hormat. Kami menghargai kemanusiaan setiap orang, mereka semua setara. Setiap perbedaan adalah sumber kekuatan," tandas Biden.
Haji Mabrur
Biden dan istri: Jill mendoakan keberkahan bagi seluruh umat muslim, di Hari Raya Idul Adha.
Biden memandang Hari Raya Idul Adha sebagai waktu ibadah, refleksi, dan pengorbanan umat Islam.
Di momen Hari Raya ini, umat Islam menghabiskan waktu bersama keluarga dan kerabat dengan suka cita, berbagi makanan dengan mereka yang membutuhkan, serta menjalani ritual haji tahunan.
"Tahun ini, hampir 2 juta Muslim dari setiap sudut dunia berpartisipasi dalam haji, sebuah perjalanan suci yang menyatukan umat Islam dari semua lapisan masyarakat dalam persekutuan dan iman. Kami mendoakan mereka, agar menjadi haji mabrur,” ucap Biden.
Baca juga : Cuaca Tangerang Hari Ini Adem, Bikin Kerja Di Awal Pekan Makin Semangat
Dia menambahkan, Haji dan Idul Adha mengingatkan kita pada kesetaraan di hadapan Tuhan dan pentingnya nilai-nilai komunitas dan amal. Menurutnya, ini sama dengan karakter Amerika.
Pro Muslim
Menurut Biden, Negeri Paman Sam diberkati menjadi rumah bagi jutaan Muslim Amerika, yang memperkaya bangsa dengan cara yang tak terhitung jumlahnya. Mereka banyak berkiprah di berbagai bidang. Mulai dari bidang kedokteran hingga teknologi, pendidikan, layanan publik, seni, dan masih banyak lagi.
"Pemerintahan saya banyak mengakomodir umat Muslim. Saya presiden pertama yang mencalonkan Muslim Amerika, menjadi hakim pengadilan federal," papar Biden.
"Saya mensyukuri kerja keras kaum Muslim atas nama rakyat Amerika. Muslim Amerika adalah tetangga, keluarga, teman, dan sesama warga negara. Mereka membuat bangsa Amerika menjadi lebih kuat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya