Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia sejak awal telah mengecam serangan Israel di Jalur Gaza, yang menewaskan sedikitnya 34 warga sipil. Serangan Israel itu ingin menyasar pasukan Jihad Islam.
Serangan Israel ke Gaza berlangsung Rabu pekan lalu (13/11). Kecaman keras Indonesia disampaikan Pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah, kemarin.
"Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi. Kami minta kedua pihak yang berseteru mengurangi serangan dan menyepakati gencatan senjata," ujar Faizasyah.
Baca juga : Indonesia Juara Kompetisi I-Sing World Junior di Swedia
Israel dan pasukan Jihad Islam Palestina sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Kamis malam (14/11). Namun, Israel kembali melakukan serangan udara pada Jumat pagi (15/11).
Gencatan senjata itu dimediasi Mesir dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagaimana disampaikan Utusan PBB untuk Konflik Israel-Palestina, Nickolay Mladenov.
"#Mesir dan #PBB bekerja keras untuk mencegah eskalasi paling berbahaya di dan sekitar #Gaza yang dapat berujung #perang. Waktu dan hari yang akan datang akan menjadi kritis. Semua harus menunjukkan pengendalian maksimal dan melakukan tugas mereka untuk mencegah pertumpahan darah," tulis Mladenov melalui akun Twitter pribadinya, Jumat.
Baca juga : Malaysia Kutuk Serangan Militer Israel Pasca Gencatan Senjata
Sayangnya, gencatan senjata tersebut berumur singkat. Padahal, Indonesia memandang gencatan senjata ini sebagai bagian dari upaya peredaan ketegangan.
"Hal ini juga diharapkan dapat menghentikan penyerangan terhadap warga sipil yang tidak bisa dibenarkan atas dasar apapun," terang Faizasyah.
Serangan itu berawal dari Israel yang melakukan penyerangan di distrik Shujaiya, Jalur Gaza, yang menewaskan pemimpin kelompok militan Jihad Islam, Baha Abu Al-Ata dan istrinya pada Selasa dini hari. Rumahnya juga dilaporkan hancur pascaserangan itu.
Baca juga : Polisi London Usut Serangan Atas Menteri Hong Kong
Serangan dua hari beruntun itu merupakan konflik terbaru Israel dan kelompok militan Palestina di Jalur Gaza setelah berperang selama tiga kali sejak 2008. Namun, serangan itu juga terjadi di tengah kondisi politik Israel yang sedang sensitif dengan tidak adanya pemerintahan baru akibat kebuntuan pada saat pembentukannya, usai pemilu. [DAY].
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya