Dark/Light Mode

21 Negara Ikut Konferensi Literasi Keagamaan

Retno: Perbedaan Agama Jangan Picu Ketegangan

Kamis, 11 Juli 2024 06:20 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi. Foto: Infomed Kemlu - Abi
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi. Foto: Infomed Kemlu - Abi

RM.id  Rakyat Merdeka - Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang digelar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) diikuti ratusan peserta dari 21 negara. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan toleransi dan kedamaian di dunia.

Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) atau International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy digelar dua hari pada 10-11 Juli 2024, dengan peserta lebih dari 160 orang dari dalam dan luar negeri.

Konferensi LKLB secara resmi dibuka Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (10/7/2024). Pada sesi pembukaan, hadir 21 perwakilan negara. Antara lain dari Kedutaan Besar Austria, Yordania, Romania, Spanyol, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Malaysia, Laos dan Filipina.

Baca juga : JPU Nyatakan Terdakwa Tak Nikmati Duit Korupsi

Tampak hadir, Duta Besar (Dubes) Austria Thomas Loidl, Dubes Yordania Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Dubes Romania Dan Adrian Balanescu, Dubes Spanyol Francisco Aguilera Aranda, Dubes Uni Emirat Arab Abdullah Salem AlDhaheri, serta Dubes Vatikan Pierro Pioppo.

Mengangkat tema, Multi-faith Collaborations in an Inclusive Society, konferensi internasional tersebut digelar secara hibrid via Zoom dengan jumlah pendaftar daring mencapai 4.000 peserta dari 21 negara.

Dalam pidato sambutannya, Menlu RI menyoroti pentingnya penghormatan terhadap keberagaman. Sesuai dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika yang dianut Indonesia, janganlah perbedaan agama menimbulkan konflik dan ketegangan.

Baca juga : Cuek Dicibir Balik Ke Al

“Perbedaan harus menjadi kekuatan dan modal kita, bukan hanya menjadi saksi. Melalui dialog dan kolaborasi multi agama, mari kita bangun dunia yang lebih baik dan damai,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Retno, Indonesia aktif bekerja sama dengan dunia internasional untuk memperkuat toleransi.

Retno juga mendorong agar inklusivitas keyakinan yang beragam dapat dilihat sebagai aset dalam advokasi perdamaian.

Baca juga : Cak Imin Vs Yaqut Tarung Di Senayan

“Ketika pihak-pihak dari berbagai latar belakang berpartisipasi dalam dialog yang konstruktif, solusi kita akan semakin tajam sehingga Indonesia secara sungguh-sungguh melibatkan para pemimpin agama global,” kata Retno.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.