Dark/Light Mode

Presiden Timor Leste Bicara Di GTH 2024 FPCI

Korban Sipil Berjatuhan, DK PBB Tak Punya Solusi

Minggu, 8 September 2024 14:14 WIB
Pendiri dan Ketua FPCI, Dr. Dino Patti Djalal (kiri) dan Presiden Timor Leste, José Manuel Ramos-Horta. [IG dinopattidjalal]
Pendiri dan Ketua FPCI, Dr. Dino Patti Djalal (kiri) dan Presiden Timor Leste, José Manuel Ramos-Horta. [IG dinopattidjalal]

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sudah tidak lagi sesuai dengan kewajiban dan tuntutan dunia saat ini. Soalnya, DK PBB sekarang sudah seperti dikuasai negara tertentu dan buta, saat mencari solusi isu genting yang terjadi di sejumlah negara.

Penegasan ini disampaikan Presiden Timor Leste, José Manuel Ramos-Horta, saat menjadi pembicara pertama Global Town Hall (GTH) 2024, yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) selama 15 jam nonstop pada Sabtu (7/9/2024).

Baca juga : Presiden Ke 5 Megawati Kurban Sapi Hitam Berbobot 500 Kg Di Jalan Kebagusan Jakarta

“Kita jelas menghadapi masa rumit, berbahaya, luar biasa yang membutuhkan keberanian, keteguhan hati, keberanian untuk perdamaian, keberanian untuk mengubah pola pikir, bahwa setiap perbedaan, setiap ketegangan, harus diselesaikan dengan ancaman penggunaan kekerasan," ujarnya.

Horta menegaskan, banyaknya perang dan perpecahan seperti di Myanmar, Sudan, Ukraina, Suriah, hingga Palestina yang tidak kunjung selesai adalah bukti, DK PBB sudah tidak lagi relevan.

Baca juga : Presiden Dan Menkes Jelaskan Sistem Kelas BPJS Kesehatan Yang Katanya Dihapus

"Korban sipil tak berdosa terus berjatuhan di negara-negara ini, dan mereka (DK PBB) membahas isu ini sebatas basa-basi tanpa solusi," kecam alumni The Hague Academy of International Law, Belanda dan Antioch University di Yellow Springs, Ohio, AS ini.

Dia mengatakan, semua kekacauan ini adalah aib PBB. “Saya minta maaf. Inilah akar aib PBB, karena ketika kita kehilangan moralitas, ketika kita kehilangan kredibilitas karena standar ganda, kemunafikan yang kita praktikkan, kita menghancurkan sistem keamanan internasional kolektif,” tegas Horta.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.