Dark/Light Mode

Ketemu Zelensky Di New York, Trump: Perang Rusia-Ukraina Beres Kalau Saya Menang

Sabtu, 28 September 2024 09:46 WIB
Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump (Foto: Instagram)
Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump memastikan siap membuat kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, jika kelak menang Pilpres 5 November mendatang.

Trump menekankan hubungan baiknya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, bahkan ketika dia berdiri di samping Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Soal bantuan militer AS ke Ukraina, Trump sudah menyatakan skeptis. Dan belakangan ini, tensi hubungan Trump dan Zelensky terlihat sedikit meninggi.

Baca juga : Menteri Ukraina Mundur Massal

Namun Trump mengatakan, dirinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Zelensky, juga Putin.

“Jika saya menang, kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat," kata Trump kepada wartawan menjelang pertemuannya dengan Zelensky, seperti dikutip CNN International, Jumat (27/9/2024).

Zelensky pun menimpali. "Saya berharap, kami bisa memiliki hubungan yang lebih baik lagi," cetusnya.

Baca juga : UEA Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan Ke Ukraina

Trump pun langsung membalas. "Saya mengerti. Dibutuhkan dua orang untuk bisa two tango.

"Anda tahu, kami akan mengadakan pertemuan yang baik hari ini. Saya pikir, kebersamaan kita hari ini adalah pertanda yang sangat baik," tutur Trump.

Pertemuan dengan Trump di New York pada Jumat (27/9/2024) memiliki arti penting bagi Zelensky, menjelang pemilihan AS pada bulan November. Sebab, dia berusaha meyakinkan pemerintahan Biden bahwa negaranya masih bisa memenangkan perang, selama AS dan negara-negara lain meningkatkan bantuan militer, secara cepat dan signifikan.

Baca juga : Teleponan Dengan Zelensky, Trump Janji Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Sementara Trump telah berulang kali mengeluhkan pendanaan AS untuk Ukraina, dan mengklaim akan segera mengakhiri perang antara kedua belah pihak, yang dimulai dengan invasi Rusia pada Februari 2022.

"Semoga, kita bisa memiliki kemenangan yang baik, karena jika pihak lain menang, saya tidak berpikir Anda akan memiliki kemenangan dengan apa pun," kata Trump menyoal rivalitasnya dengan Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris di Pilpres 2024.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.