Dark/Light Mode

KTT ASEAN-Australia

Wapres Bahas Investasi, Free Trade Hingga Palestina Merdeka

Kamis, 10 Oktober 2024 20:25 WIB
Wakil presiden KH Ma’ruf Amin saat memimpin delegasi Indonesia di KTT ASEAN-Australia di Vientiane, Laos, Kamis (10/10). Foto: Kemenko Perekonomian
Wakil presiden KH Ma’ruf Amin saat memimpin delegasi Indonesia di KTT ASEAN-Australia di Vientiane, Laos, Kamis (10/10). Foto: Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menekankan pentingnya stabilitas global dan hukum internasional di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Australia, Vientiane, Laos, Kamis (10/10).

Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Kerja Sama ASEAN-Australia, Indonesia menyoroti capaian signifikan dalam kemitraan strategis yang telah terjalin selama 50 tahun. Menurut Kiai Ma'ruf, Australia termasuk salah satu mitra yang sangat aktif. 

"Di pilar ekonomi, Australia adalah mitra penting ASEAN dalam penerapan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru," kata Wapres Ma'ruf.

Hubungan ini, lanjutnya, semakin diperkuat dengan dua dokumen penting pada KTT ASEAN-Australia Maret lalu, yaitu ASEAN-Australia Leaders’ Vision Statement – Partners for Peace and Prosperity dan The Melbourne Declaration – A Partnership for the Future.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa kerja sama ASEAN-Australia mencakup tiga pilar utama: ekonomi, politik-keamanan, dan sosial-budaya. 

Di sektor politik-keamanan, penanganan terorisme dan kejahatan transnasional menjadi fokus utama. ASEAN juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia terhadap implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), yang memperkuat kerja sama di kawasan.

Baca juga : Sidang Pleno KTT ASEAN Laos, Wapres Ma’ruf Amin Dorong Penguatan Integrasi & Hubungan Kawasan

Di bidang sosial-budaya, Australia turut mendukung upaya ASEAN dalam membangun ketahanan kesehatan, terutama terkait pandemi. Kerja sama di bidang pendidikan dan hubungan antarmasyarakat juga terus ditingkatkan, salah satunya melalui pendirian ASEAN-Australia Centre.

Dalam pidatonya, Ma’ruf Amin menekankan pentingnya dua hal untuk menghadapi dinamika geopolitik global. Pertama, pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas global yang menjadi tanggung jawab bersama, termasuk bagi ASEAN dan Australia. 

"Sebagai kawasan yang majemuk, kita harus bersama-sama menghindari terjadinya konflik dan kondisi yang semakin panas," harap Kiai Ma'ruf.

Kedua, Wapres menyoroti pentingnya penerapan hukum internasional yang adil dan merata di seluruh dunia, termasuk Palestina. Tidak boleh ada standar ganda. 

"Semua pihak harus berupaya mendukung upaya kolaboratif untuk menciptakan perdamaian, bukan memperpanjang konflik, termasuk melalui solusi dua negara dan pengakuan kemerdekaan Palestina," tegasnya.

Para pemimpin ASEAN menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan Australia, termasuk melalui program Regional Trade for Development Facility (RT4D) yang membantu pelaksanaan perjanjian perdagangan ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA) dan RCEP. 

Baca juga : Kunjungi UNAS, Dubes Australia Tawarkan Beasiswa dan Kerja Sama Pendidikan

Selain itu, program Aus4ASEAN Futures juga telah mendanai 30 inisiatif di pilar ekonomi ASEAN, termasuk pemberian beasiswa dan pelatihan bagi warga ASEAN.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kesempatan yang sama mengungkapkan salah satu pencapaian penting kerja sama ASEAN-Australia adalah peluncuran Investment Deal Teams pada KTT Maret lalu. 

Tim yang melibatkan ahli di sektor Pemerintah dan swasta, untuk mempertemukan perusahaan rintisan, lembaga penelitian, dan pelaku teknologi untuk mendorong transformasi digital ini akan berbasis di Jakarta, Singapura, dan Ho Chi Minh, dengan didukung dana sebesar 70,2 juta dolar AS.

Selain itu, tim ini akan memfasilitasi akses pembiayaan potensial sebesar 2 miliar dolar AS dari Australia untuk sektor energi bersih dan transformasi digital.

“Tim ini diharapkan mendorong fasilitasi pembiayaan green energy dan investasi di bidang clean energy transition,” ungkap Menko Airlangga.

Untuk diketahui, Australia telah menjadi mitra penting bagi ASEAN sejak menjalin hubungan sebagai Mitra Wicara pada 1997, dan status Mitra Strategis Komprehensif pada 2021. 

Baca juga : KEK Berhasil Catatkan Realisasi Investasi Rp205,2 Triliun Hingga Juni 2024

Kerja sama ekonomi kedua belah pihak semakin kuat, dengan total perdagangan mencapai 94,43 miliar dolar AS dan investasi sebesar 1,6 miliar dolar AS pada 2023.

ASEAN dan Australia juga baru saja menyepakati 2nd Protocol to Amend the ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (2nd AANZFTA) pada 2023, yang ditargetkan mulai berlaku pada akhir 2024. 

Protokol ini diharapkan memperkuat perdagangan bebas dan investasi di kawasan, yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi ASEAN di masa depan.

Dalam KTT ini, Wapres yang memimpin delegasi Indonesia didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta Menteri Luar Negeri.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan para pemimpin negara ASEAN lainnya, kecuali Myanmar, turut hadir dalam pertemun tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.